Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / BPJPH: Wajib Halal Menstimulasi Inisiasi Positif Banyak Kementerian
FOTO I Dok. pasardana.id
Saat ini mulai bermunculan adanya kawasan industri halal yang semuanya mengarah kepada bagaimana menghasilkan produk halal.

Sharianews.com, Jakarta ~ Penerapan kewajiban bersertifikat halal atau mandatory halal sebagai pelaksanaan amanat Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), menjadi stimulan yang menggerakkan sejumlah sektor seperti industri dan wisata halal.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Sukoso mengatakan, sertifikasi wajib halal yang telah dilaksanakan mulai 17 Oktober 2019 ini, menstimulasi adanya inisiasi positif dari banyak kementerian, dan BPJPH siap menfasilitasi dalam penjaminan produk halalnya.

Baca juga: Evermos, Platform Produk Halal Indonesia Dapat Suntikan Dana Rp113 Milyar

Sebagai contoh, saat ini mulai bermunculan adanya kawasan industri halal yang semuanya mengarah kepada bagaimana menghasilkan produk halal secara efektif, efisien, good governance, dan transparan.

“Halal itu sendiri merupakan sebuah status hukum yang didasarkan oleh ketentuan ajaran Islam atau syariah. Sehingga produk halal, sebagaimana diatur oleh Undang-Undang, merupakan produk yang dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam,” ungkap Sukoso, saat menerima kunjungan delegasi Business Development Corporate Communication Manager PT. Cheil Jedang Indonesia di kantor BPJPH, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, Sukoso menjelaskan bahwa wajib halal dilaksanakan dengan kebijakan penahapan yang meliputi produk makanan dan minuman. Sedangkan jenis produk lainnya seperti produk kosmetik, obat-obatan, dan barang gunaan lainnya berada dalam fase pembinaan.

Beberapa titik di Indonesia, diungkapkan Sukoso, sudah menyatakan diri sebagai wilayah atau kawasan industri halal seperti Cikande, Pulau Bintan, Jakarta Pulogadung, Batam dan Sidoarjo. Peran BPJPH memfasilitasi dalam hal Jaminan Produk Halalnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: