Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / BPJPH Belum Bisa Terbitkan Sertifikat Halal Vaksin Sinovac
Meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan vaksin itu halal.

Sharianews.com, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag belum bisa terbitkan sertifikat halal vaksin Covid-19 produksi Sinovac, meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan vaksin itu halal.

Kepala BPJPH Kemenag Sukoso menjelaskan, Komisi Fatwa MUI memang telah menetapkan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Tapi, ketetapan final fatwanya masih menunggu keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait izin penggunaan.

"Kita tunggu hasil lengkap ketetapan fatwa MUI. Kami sudah berkordinasi dengan MUI dan LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika) MUI. Insyaallah setelah semua lengkap kita terbitkan sertifikat halal vaksin Sinovac," sambungnya, Senin (11/01).

Menurut Sukoso, ada tujuh proses yang harus dilalui dalam penerbitan sertifikat halal, yaitu: permohonan, pemeriksaan, penetapan, pengujian, pengecekan, fatwa, terakhir yakni penerbitan sertifikasi halal.

"Permohonan sertifikasi halal vaksin Sinovac ini telah diajukan sejak Oktober 2020 ke BPJPH. Dokumen permohonan sertifikasi halal yang diajukan, kemudian diverifikasi atau diperiksa," ujar Sukoso.

BPJPH telah menetapkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) berdasarkan pilihan pemohon. LPH untuk vaksin Sinovac adalah LPPOM MUI. Karenanya, setelah dokumen permohonan dinyatakan lengkap dan terverifikasi, kami kembalikan ke LPPOM MUI selaku LPH.

"Lalu LPPOM melakukan audit ke China. Mereka melakukan pemeriksaan atau pengujian produk. Biasanya 40 hingga 60 hari kerja," ujarnya.

BPJPH lalu menerima dan memverifikasi dokumen hasil pemeriksaan/pengujian produk dari LPPOM. Selanjutnya, dilakukan sidang fatwa halal hingga terbit keputusan penetapan halal produk dari MUI.

Dokumen resmi ketetapan halal yang ditandatangan MUI diserahkan ke BPJPH. Dengan surat ketetapan halal dari MUI itulah, BPJPH mengeluarkan Sertifikat Halal.

"Jadi, sekarang BPJPH sedang menunggu surat ketetapan halal resmi dari MUI. Sertifikat Halal vaksin Sinovac segera terbit setelah diterbitkan hasil lengkap ketetapan halal MUI. Intinya proses sertifikasi halal vaksin Sinovac sudah sesuai UU 33 Tahun 2014 soal Jaminan Produk Halal," pungkas Sukoso.

Rep. Aldiansyah Nurrahman