Rabu, 1 Februari 2023
11 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / BNI Syariah Tingkatkan Literasi Inklusi Keuangan Lewat Industri 4.0
"Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah," kata Firman, lewat keterangan resminya, Rabu (6/3).

Sharianews.com, Jakarta ~ BNI Syariah siap meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui industri 4.0. Industri 4.0 ini dicirikan dengan penggunaan internet of things atau IoT, teknologi awan, dan big data.

Langkah BNI Syariah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah ini dipaparkan oleh Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, dalam kuliah tamu yang berjudul inovasi perbankan syariah dalam membangun ekonomi Indonesia di era industri 4.0.

Acara ini dilaksanakan di auditorium MMA, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 5 Maret 2019.

Dalam acara kuliah tamu ini turut hadir Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi UGM, Supriyadi, serta Sekretaris Rektor UGM sekaligus Ketua Rumah Zakat Infaq dan Shodaqoh (RZIS) Gugup Kismono.

Saat ini angka literasi dan inklusi keuangan syariah masih cukup rendah. Berdasarkan data survey nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan syariah hanya 8 persen atau lebih rendah dibandingkan literasi keuangan konvensional 30 persen.

Selain itu, untuk inklusi keuangan syariah baru sebesar 11 persen, lebih rendah dibandingkan dengan inklusi keuangan konvensional yaitu 68 persen. Angka literasi dan inklusi keuangan syariah yang rendah ini seakan menjadi paradoks.

Hal ini disebabkan Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Seiring dengan angka literasi dan inklusi dalam negeri yang rendah, berdasarkan IFSI Stability Report, IFSB 2017, Indonesia hanya menempati posisi ke-sepuluh dalam pangsa pasar Islamic finance di dunia.

"Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah," kata Firman, lewat keterangan resminya, Rabu (6/3).

Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah berusaha menangkap peluang ini melalui pengembangan layanan berbasis digital dalam rangka memberikan layanan yang terbaik sesuai prinsip syariah kepada masyarakat.

Ada beberapa layanan berbasis digital yang sedang dikembangkan BNI Syariah selain e-banking yang telah dimiliki sebelumnya, di antaranya uang elektronik, laku pandai, dan Crowd Funding Wakaf Hasanah.

BNI Syariah juga berusaha mempertemukan stakeholder industri halal dan mendorong wirausahawan melalui Hasanah Spot. Selain acara kuliah tamu, di UGM, BNI Syariah juga melakukan penyerahan dana CSR berupa beasiswa kepada mahasiswa UGM sebesar total Rp50 juta. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo