Sabtu, 4 Februari 2023
14 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / BNI Syariah Targetkan 95 Ribu Nasabah Tabungan Haji pada 2018
-
Pendaftar haji kian meningkat dari tahun ke tahun. BNI Syariah menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 2,37 triliun pada 2018.

Pendaftar haji kian meningkat dari tahun ke tahun. BNI Syariah menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 2,37 triliun pada 2018.

Sharianews.com. Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah menargetkan 95 ribu pendaftar haji tahun ini. Meningkat dari jumlah tahun lalu sebesar 78 ribu pendaftar haji, melampaui target 2017 sebesar 68 ribu pendaftar.

Funding dan Business Officer Divisi Haji dan Umroh BNI Syariah, Nurfaidah Afni mengatakan, calon jamaah haji yang mendaftar melalui tabungan haji BNI Syariah terus meningkat. Dari 95 ribu nasabah, BNI Syariah menargetkan dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 2,37 triliun pada 2018.  

“Untuk mencapai target tersebut, kami berkerjasama dengan BNI, dan pihak ketiga seperti melalui kelompok bimbingan ibadah haji dan agen travel haji,” jelas Afni saat ditemui Sharianews.com, di  Jakarta (19/7).

Di antaranya, BNI Syariah melakukan migrasi dana haji dari perusahaan induk, yaitu BNI. BNI Syariah juga melakukan sinergi percepatan pemindahan jamaah melalui peningkatan layanan outlet Sharia Chanelling Office (SCO) Haji BNI. Lebih dari 1.400 outlet BNI dapat melayani transaksi haji untuk kepentingan BNI Syariah.

“Sesuai ketentuan pemerintah, pengelolaan dana haji diserahkan ke bank syariah. Jadi, ada migrasi dana haji dari BNI ke BNI Syariah,” ujarnya.

Menurut Afni, tabungan haji itu bebas biaya pengelolaan rekening. Tidak ada biaya administrasi, kecuali tutup rekening ada biaya adminstrasinya. Ada dua skema setoran awal tabungan haji, yaitu wadiah dan mudarabah. 

“Skema wadiah setoran awalnya Rp 100 ribu. Mudaharabah Rp 500 ribu. Biasanya nasabah lebih ke mudharabah,” imbuhnya. 

Afni mengakui masyarakat sangat antusias mengejar target tabungannya hingga mencapai Rp 25 juta agar segera mendapat kuota kursi dan jadwal keberangkatan haji dari Kementrian Agama.

“Biasanya tidak sampai setahun, nasabah sudah bisa memenuhi jumlah tersebut. Bahkan di antara mereka banyak juga yang langsung menyetor Rp 25 juta agar langsung dapat kuota,” tuturnya.

Setelah menggenapi Rp 25 juta, ada biaya tambahan daftar tunggu, sesuai ketentuan Kemenag yang jumlahnya disesuaikan dengan embarkasi. Misalnya, untuk Jakarta tambahannnya sekitar Rp 10 Juta.

“Jadi total Rp 35 juta untuk embarkasi Jakarta,” katanya.

Sampai 2018, ujarnya, BNI Syariah sudah menampung 420 ribu jamaah yang masuk dalam daftar tunggu di Kemenag.

“Mereka tinggal menunggu keberangkatan. Setiap harinya ada 100-300 pendaftar haji di BNI Syariah,” jelasnya.

Afni mengungkapkan bahwa tabungan haji berbeda dengan pembiayaan haji. Pembiayaan haji sudah tidak diperbolehkan Kemenag sejak 2013.

“Larangan pemerintah karena pembiayaan haji itu menyebabkan daftar haji semakin panjang. Orang berlomba-lomba untuk daftar karena dengan mudahnya dapat dana setoran haji,” ungkapnya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: A.Rifki.