Rabu, 1 Februari 2023
11 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / BNI Syariah Sasar UM Surabaya untuk Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Berdasarkan data survey nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan syariah hanya 8 persen, atau lebih rendah dibandingkan literasi keuangan konvensional yang mencapai 30 persen.

Sharianews.com, Surabaya ~ BNI Syariah terus berusaha meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah yakni dengan cara pengembangan digital dan industri 4.0.

Bank BUMN syariah ini aktif mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan perguruan tinggi. Kali ini, BNI Syariah menyasar Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada 17 Maret 2019

Sebelumnya, beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Juanda Bogor, dan UIN Alauddin Makassar sudah menjadi target bank berplat merah tersebut. 

Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama BNI Syariah menyampaikan, saat ini, angka literasi dan inklusi keuangan syariah masih cukup rendah.

Berdasarkan data survey nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan syariah hanya 8 persen, atau lebih rendah dibandingkan literasi keuangan konvensional yang mencapai 30 persen.

Selain itu, untuk inklusi keuangan syariah baru sebesar 11 persen, lebih rendah dibandingkan dengan inklusi keuangan konvensional yakni 68 persen.

Angka literasi dan inklusi keuangan syariah yang rendah ini seakan menjadi paradoks. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Berdasarkan IFSI Stability Report, IFSB 2017, Indonesia hanya menempati posisi ke sepuluh dalam pangsa pasar Islamic Finance di dunia.

Dalam pidatonya di UM Surabaya, Firman mengatakan, keberadaan industri 4.0 dan potensi industri halal menjadi jalan pengembangan keuangan syariah.

"Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang, diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah," jelasnya, lewat keterangan resmi yang diterima Sharianews.com (28/3)

Selain kuliah umum di UM Surabaya, BNI Syariah juga melakukan perjanjian kerja sama dengan UM Surabaya terkait produk dan jasa layanan perbankan, yakni bisnis pembiayaan.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Pemimpin BNI Syariah Wilayah Timur Imam Hidayat Sunarto dan Rektor UM Surabaya Sukadiono.

Imam Hidayat Sunarto mengatakan, perjanjian kerja sama ini terkait dengan fasilitas pembiayaan BNI Fleksi iB Hasanah untuk karyawan dan dosen UM Surabaya.

Potensi bisnis pembiyaaan di UM Surabaya ini cukup besar. Sampai saat ini, jumlah karyawan dan dosen UM Surabaya masing-masing sebanyak 143 dan 294 orang.  Per 2018, BNI Syariah tercatat telah menyalurkan pembiayaan produktif ke UM Surabaya sebesar Rp25 miliar.

Sementara itu, rendahnya angka literasi dan inklusi keuangan syariah, membuat Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sepakat perlu adanya peningkatan edukasi.

“Kita perlu sosialisasi edukasi bersama yang dilakukan semua stakeholders syariah kepada masyarakat,” jelas Anggota Asbisindo yang juga merupakan Direktur Utama BJB Syariah, Indra Falatehan, kepada Sharianews.com. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo