Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Keuangan / BNI Syariah Kembangkan Tabungan Haji untuk Anak
FOTO:| Dok. Infoperbankan.com
Daftar tunggu keberangkatan haji mencapai belasan tahun. Para orangtua bisa mulai buka tabungan haji untuk anaknya dari sekarang.

Daftar tunggu keberangkatan haji mencapai belasan tahun. Para orangtua bisa mulai buka tabungan haji untuk anaknya dari sekarang.

Sharianews.com. Jakarta - Minat umat Islam untuk pergi haji terus meningkat. Peningkatan ini membuat kian panjang antrean daftar tunggu keberangkatan jamaah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Untuk memanjakan nasabah dan memaksimalkan pelayanannya, Bank Negara Indonesia Syariah (Persero) atau BNI Syariah membuka beberapa program haji dan umrah. Salah satunya, Tabungan Haji khusus anak.

Menurut Funding dan Business Offiser Divisi Haji dan Umroh BNI Syariah, Nurfaidah Afni, hal ini dilatarbelakangi antrean panjang daftar keberangkatan haji yang memakan waktu hingga belasan tahun.

“Masa tunggu haji itu lama setelah pendaftaran. Tiap embarkasi atau daerah keberangkatan berbeda-beda. Untuk Jakarta saja sampai 17 tahun masa tunggunya,” katanya kepada Sharianews.com (26/07/2018) di Jakarta.

Afni menjelaskan, Tabungan Haji khusus anak dalam bentuk kartu ini didesain secara khusus. Terdapat gambar kartun yang sesuai untuk anak-anak.

“Program ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu, tapi Juli 2018 ini mulai kami lebih galakkan lagi. Sosialisasi program ini kami buat sekreatif mungkin denngan berkerjasama dengan sekolah-sekolah,” ujarnya.

Berapa pun usia anak, tambahnya, dapat membuka tabungan haji dan memiliki kartunya. Tapi untuk mendaftar sebagai calon jamaah haji baru bisa dilakukan apabila dana tabungan sudah mencukupi dan usia anak sudah melebihi 12 tahun.

“Dengan  biaya Rp 100 ribu sudah bisa dapat kartu ini sebagai setoran awal. Akadnya wadiah dan mudharabah,” papar Afni.

Alat Transaksi di Tanah Suci

BNI Syariah juga, kata Afni, membuat Kartu Haji dan Umroh Indonesia. Kartu ini berfungsi sebagai alat transaksi yang dapat digunakan di Tanah Suci. Sampai Juli 2018 sudah ada 17 ribu pemegang kartu ini.

“Dengan kartu ini para jamaah tidak perlu membawa uang tunai berlebih. Mereka dapat melakukan tarik tunai di mesin ATM Bank Al Rajhi dengan menu pilihan bahasa Indonesia,” ulasnya.

Ia menambahkan, selain fasilitas Bahasa Indonesia, kursnya lebih kompetitif dibandingkan jika menukar di tempat penukaran uang (money changer).

“Para jamaah juga dapat menggunakannya untuk debit dan belanja biasa. Dengan begitu, jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk,” ungkapnya.

Setelah melaksanakan haji, lanjut Afni, kartu itu tetap bisa digunakan layaknya ATM biasa. “Fungsinya sama. Jadi bisa panjang masa penggunaannya,” imbuhnya.

Haji Reguler dan Khusus

Tabungan Haji dan Umrah ini bisa digunakan untuk haji maupun umrah, dengan jumlah setoran yang berbeda-beda untuk mendapatkan kartunya.

“Untuk umrah sudah bisa didaptkan dengan setoran awal Rp 100 ribu. Untuk tabungan haji, mendapat kartu ini setelah tabungannya mencapai Rp 25 juta, setelah mendapat kuota kursi daftar tunggu haji,” imbuhnya.

Untuk tabungan haji, BNI Syariah menggunakan dua skema. Yaitu Haji Regular dan Haji Khusus. Haji regular seperti yang ditentukan pemerintah, biaya serta waktu, dan antrean daftar tunggunya.

“Daftar tunggunya bisa mencapai 17 tahun setelah pendaftaran. Itu khusus di Jakarta yang memang waktu tunggunya tercepat di Indonesia. Biayanya sebesar Rp 25 juta untuk dapat kuota daftar tunggu jamaah haji, sesuai ketentuan pemerintah,” katanya.

Sementara Haji Khusus bekerjasama dengan agen travel. Daftar tunggunya lebih cepat. Hanya sekitar tujuh tahun. Total biayanya mencapai USD 12.000.

“USD 8.000 disetorkan ke Kementrian Agama. Sisanya ke agen travel. Fasilitasnya tentu lebih mewah dan ekslusif seperti hotelnya berdekatan dengan Masjidil Haram,” pungkas Afni. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: A.Rifki.