Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / BNI Syariah dan Finarya Jalin Kerja Sama Kembangkan LinkAja Syariah
Direktur Utama, Abdullah Firman Wibowo (kedua dari kiri) bersama dengan direktur dan perwakilan bank syariah milik BUMN
Nota kesepahaman ini terkait dengan pengembangan sistem pembayaran digital yang dikelola secara syariah, yakni LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik  bersama empat bank syariah milik BUMN termasuk BNI Syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ BNI Syariah telah melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan PT Fintek Karya Nusantara pemilik produk LinkAja. Nota kesepahaman ini terkait dengan pengembangan sistem pembayaran digital yang dikelola secara syariah, yakni LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik  bersama empat bank syariah milik BUMN termasuk BNI Syariah.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan inisiasi positif untuk mendukung langkah pengembangan dan percepatan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Sebagai Hasanah Banking Partner, tentunya BNI Syariah sangat mendukung dan turut mengembangkan ekosistem halal.

“Diharapkan platform pembayaran digital berbasis syariah ini dapat melengkapi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi digital secara syariah,” jelas Firman, di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (14/5).

Platform pembayaran digital berbasis syariah yang dibuat akan mengadopsi platform pembayaran digital LinkAja. Saat ini, LinkAja yang dikembangkan oleh Finarya telah beroperasi dan telah digunakan lebih dari 25 juta pengguna dan 131 ribu merchant partner.

Diharapkan dengan kehadiran platform digital berbasis syariah ini dapat membantu percepatan penetrasi penyediaan layanan berbasis digital kepada masyarakat sehingga bisa meningkatkan pangsa pasar Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.

Pengembangan platform ini juga sesuai dengan visi digitalisasi perbankan BNI Syariah yang secara simultan gencar melakukan transformasi digital dengan penerapan human center design sebagai metodologi dalam pengembangan aplikasi digital.  

Dengan metodologi ini diharapkan fitur pada aplikasi digital bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup nasabah dalam bertransaksi dan menjalankan ibadah setiap hari. Untuk pengembangan digital di tahun 2019, BNI Syariah menganggarkan dana sekitar Rp68 miliar.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Afdhal Aliasar berharap ke depan LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah.

Selain itu, LinkAja Syariah diharapkan bisa terhubung dengan sistem perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia.

Acara ini dilakukan dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 yang telah disusun oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Dewan Pengarah KNKS lainnya.

Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia ini bertujuan untuk menjawab tantangan sekaligus menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Bambang Brodjonegoro dan Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo.

Dalam pertemuan tersebut, BNI Syariah diwakili oleh Direktur Utama Abdullah Firman Wibowo dan Direktur Keuangan dan Operasional Wahyu Avianto. Turut hadir perwakilan asosiasi, lembaga pendidikan, pusat kajian ekonomi Islam, lembaga sertifikasi halal, Lembaga Amil Zakat, perwakilan BUMN, dan Lembaga Keuangan Syariah serta perwakilan industri/UMKM. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo