Selasa, 18 Juni 2019
15 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / BNI Syariah, Bank Syariah Terbaik dengan Laba Bersih Rp 202,9 Miliar
Foto: Dok. Infobank
Dinilai dari berbagai faktor, kinerja BNI Syariah sangat baik. Selama lima tahun berturut-turut, BNI Syariah meraih penghargaan The Best Bank Syariah dari Majalah Infobank.


Dinilai dari berbagai faktor, kinerja
BNI Syariah sangat baik. Selama lima tahun berturut-turut, BNI Syariah meraih penghargaan The Best Bank Syariah dari Majalah Infobank.

Dari total 115 bank di Indonesia, sebanyak 64 bank meraih penghargaan dari Majalah Infobank. Penghargaan ini diberikan pada Malam Penganugerahan “Infobank Awards 2018” di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (14/8/18). Puluhan bank itu berhasil mencatatkan kinerja keuangan terbaiknya pada tahun 2017.

Pemenang kategori The Best Bank Syariah diraih BNI Syariah. Direktur Keuangan dan Bisnis Infobank, Dwi Setiawati mengatakan, BNI Syariah memenangkan kategori bank syariah yang tergabung dalam Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) dua. BUKU dua adalah bank dengan modal inti antara Rp 1 triliun-Rp 5 triliun.

“Pemenang terbaik pertama dalam kategori ini diraih BNI Syariah. Diikuti Bank Aceh Syariah, BCA Syariah, BTPN Syariah,” jelasnya kepada Sharianews.com.

BNI Syariah, tambah Dwi, mendapat nilai yang paling tinggi dibandingkan bank syariah lainnya. Penilaian didasari empat faktor. Yaitu, rasio keuangan, pertumbuhan, Good Corporate Governance (GCG), dan profil risiko.

“Dari penilaian itu BNI Syariah mendapat nilai 92. Dilihat dari pertumbuhannya, BNI Syariah yang terbaik. Bahkan pertumbuhannya melebihi kriteria Infobank. BNI Syariah the Best Bank Syariah,” paparnya.

Profil risiko, katanya, salah satu penilaian yang sangat penting. Profil manajemen risiko itu ada peringkat-peringkatnya. “BNI Syariah dinilai bisa mengelola manajemen risikonya dengan baik,” ulasnya.

Dwi memaparkan, dilihat dari berbagai faktor, kinerja BNI Syariah sangat bagus. Mulai dari laporan keuangannya, permodalan, aset, likuiditas, pendapatan keuangan, pertumbuhan dana pihak ketiga, laba, dan GCG-nya.

Kinerja BNI Syariah pada Juni 2018 terus tumbuh. Laba bersihnya mencapai Rp 202,9 miliar. Naik 23,0 persen dari Juni 2017 sebesar Rp 165,1 miliar. Aset BNI Syariah pada triwulan 2 tahun 2018 mencapai Rp 37,7 triliun. Naik sebesar 22,9 persen dari triwulan 2 tahun 2017.  

BNI Syariah juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 25,1 triliun atau naik 11,4 persen. Kontribusi pertumbuhan pembiayaan pada segmen komersial 22,0 persen diikuti Hasanah Card 14,6 persen, SME 12,3 persen, konsumer 7,8 persen dan mikro 2,9 persen.

Komposisi pembiayaan sampai dengan Juni 2018 terdiri dari segmen Konsumer sebesar Rp 12,9 triliun (51,5 persen), diikuti segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 5,5 triliun (22,0 persen), segmen Komersial Rp 5,3 triliun (21,0 persen), segmen Mikro Rp 995,5 miliar (4,0 persen), dan Hasanah Card Rp 387,5 miliar (1,5 persen).

Rasio kredit bermasah atau Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 3,04 persen. Di bawah rata-rata industri yang mencapai 4,06 persen. Penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp 32,4 triliun atau naik 21,5 persen. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 16,5 persen (data SPS per April 2018 BUS-UUS) dengan jumlah nasabah sebesar 2,6 juta.

Dwi menegaskan, beberapa bulan mendatang, Infobank akan menggelar acara penghargaan kembali dengan tema The Best Syariah Finance Institution. “Penghargaan ini rencananya akan diadakan antara 25 dan 26 September 2018 di Jakarta,” terangnya.

Ia menjelaskan, acara tersebut merupakan ajang penghargaan terhadap industri keuangan syariah seperti multifinance, asuransi umum syariah, dan asuransi jiwa syariah.

“Di ajang September nanti itu juga ada penghargaan untuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dan Unit Usaha Syariah,” paparnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: A.Rifki.