Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / BMT Mengalami Situasi Pendanaan dan Pembiayaan yang Kontradiktif
Foto dok. Pexels
Baitul Maal wa Tamwil (BMT) mengalami permasalahan antara pendanaan dan pembiayaan pada momen-momen lebaran.

Sharianews.com, Jakarta - Baitul Maal wa Tamwil (BMT) mengalami permasalahan antara pendanaan dan pembiayaan pada momen-momen lebaran.

Direktur Utama BMT Bahtera Pekalongan Budi Herdyansyah mengatakan pada momen lebaran masyarakat kelas bawah yang mempunyai usaha mikro membutuhkan modal kerja. Sementara dari sisi pemilik dana malah menarik dananya di BMT. Akhirnya ketika masyarakat kelas bawah ini membutuhkan pembiayaan, BMT tidak bisa memberikannya.

Baru setelah lebaran pemilik dana mulai masuk kembali ke BMT. Tetapi para usaha mikro sedang istirahat menunggu momen syawal atau lebaran haji. Bisa dikatakan, momen-momen lebaran dan setelah lebaran kontradiktif, antara pendanaan dan pembiayaan di BMT.

Lebih lanjut, ia menerangkan momen lebaran tidak semuanya berbau konsumtif. Industri mikro dan kecil, yang dijalankan masyarakat kelas bawah sedang membutuhkan modal kerja untuk industri-industri mereka, seperti kue dan konveksi.

“Sementara, bila mereka meminjam dana ke BMT, masuk ke BMT, tidak bisa keluar lagi dananya karena pemilik dana juga membutuhkan untuk konsumsi. Kasarnya, BMT itu selalu stop lending pada waktu momen lebaran,” jelasnya menegaskan, kepada Sharianews.com, belum lama ini.

Kondisi pandemi Covid-19 membuat permasalahan penanaan dan pembiayaan semakin besar. Meski pembiayaan sudah dihentikan, penarikannya di BMT lebih besar. Sehingga kebutuhan BMT akan pendanaan akan lebih besar, karena kebutuhan dana untuk ditariknya akan lebih besar pula.

Memang ada beberapa BMT yang masih tetap bisa melakukan pembiayaan. BMT itu bermitra kerja sama dengan bank. Harapannya di sinilah Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) memiliki peran pembiayaan. Peran pemerintah dibutuhkan untuk memberikan pembiayaan ke BMT. Sehingga BMT ini tidak melakukan pengehentian pembiayaan.

Rep. Aldiansyah Nurrahman