Rabu, 21 Agustus 2019
20 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / Bisnis Travel Haji dan Umrah Dapat Membantu Persoalan Defisit Transaksi Berjalan
Muhammad Anwar Bashori
Ia menyampaikan defisit neraca transaksi berjalan meningkat pada triwulan IV 2018 sejalan dengan kenaikan permintaan domestik di tengah kondisi global yang kurang kondisif.

Sharianews.com, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Anwar Bashori mengungkapkan defisit transaksi neraca berjalan belum seimbang, maka dari itu salah satu solusinya adalah lewat bisnis haji dan umrah perlu didorong agar memberikan dampak yang baik, bagi defisit transaksi berjalan.

Ia menyampaikan defisit neraca transaksi berjalan meningkat pada triwulan IV 2018 sejalan dengan kenaikan permintaan domestik di tengah kondisi global yang kurang kondisif.

"Defisit transaksi berjalan tercatat 9,1 miliar dolar AS (3,57 persen PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya, " jelasnya, dalam milad ke-15 Ikatan Ahli Ekonomi Islam, di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3).

Secara keseluruhan 2018, defisit transaksi berjalan masih berada pada level yang aman, yaitu 31,1 miliar dolar AS atau 2,98 persen dari PDB.

Lewat bisnis travel haji dan umrah diharapkan bisa mendatangkan turis dari Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Sehingga mereka yang datang ke Indonesia dapat mengurangi defisit transaksi berjalan.

Anwar mengatakan selama ini kita hanya mempromosikan umrah dan haji, tetapi kurang mengajak mereka, negara-negara Timur Tengah datang ke Indonesia. Hal itu bisa membuat Indonesia hanya menjadi pengimpor jasa.

"Kita masih mengantarkan ke luar negeri, tapi belum ikut membawas
masuk wisatawan ke dalam negeri, " tutur Anwar.

Ia menawarkan beberapa destinasi yang ada di Indonesia untuk dikunjungi turis Timur Tengah, yakni Bali dan Danau Toba.

"Alhamdulillah, kalau di Bali sekarang banyak mushola, banyak masjid yang luar biasa bagus sekali, " imbuhnya, pada sesi Seminar Nasional bertajuk Manajemen Bisnis Syariah Pada Travel Haji dan Umrah.

Bank Indonesia terus mendorong pengembangan mushola, masjid, makanan halal dan berbagai sektor halal lainnya untuk menunjang para wisatawan Timur Tengah. Seperti di Bali, bila tidak ada makanan halal misalnya, segmen wisatawan yang datang hanya dari Tiongkok dan Jepang.

Berbicara terkait bisnis syariah, Anwar berpesan agar Indonesia jangan sampai menjadi korban kapitalis global.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: