Selasa, 23 Juli 2019
21 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Global / Bisnis Pembiayaan Syariah Global Dinilai Lamban
FOTO I Dok. Trubus.id
Sektor industri pembiayaan syariah diharapkan bisa tumbuh secepat mungkin dengan dukungan beberapa faktor.

Sharianews.com, Jakarta. Berdasar hasil penelitian The General Council for Islamic Banks and Financial Institutions (CIBAFI) melaporkan bahwa dunia perbankan Islam terutama dalam progres di bidang industri pembiayaan syariah dinilai masih lamban.

Sebagai catatan,  menurut ulasan CIBAFI yang dirilis pada bulan Mei 2018 tersebut, secara global besaran penyaluran dana ditransaksikan sesuai prinsip Islam tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 186 miliar dolar AS.

Angka distribusi permodalan syariah tersebut terbilang minim atau kurang lebih hanya 4,22 persen jika dibanding dengan aktivitas pembiayaan perdagangan dengan sistem konvensional pada beberapa bank di negara-negara mayoritas muslim yang totalnya diprediksi hingga mendekati 4,4 triliun dolar AS.

Didukung produk dan peraturan baru

Meski demikian, sektor industri pembiayaan syariah diharapkan bisa tumbuh secepat mungkin dengan adanya dukungan beberapa faktor. Antara lain, produk-produk mutakhir berupa digitilasisasi sistem keuangan atau finansial teknologi (fintek) yang juga telah digunakan di dunia perbankan Islam.

Berikutnya, alat-alat transaksi seperti blockchain dan semacamnya serta instrumen rantai pasok halal (halal supply chain) dengan teknik digital yang tengah ramai diupayakan ditaksir dapat pula mendukung perkembangan area bidang usaha ini dengan membantu menurunkan biaya dan mempercepat transaksi bisnis pembiayaan yang sesuai syariah.

Misalnya, seperti dikutip dari Reuters, beberapa perusahaan kini banyak memperkenalkan platform investasi perdagangan Islam digital, termasuk Emirates Islamic Bank yang telah meluncurkan peranti rantai pasokan halal secara daring (online).    

Tidak berhenti sampai di situ, berbagai macam aturan yang dianggap bisa menghambat peningkatan pada wilayah ini juga sudah mulai diperbaiki, sebagaimana yang telah dilakukan oleh The Bankers Association for Finance and Trade (BAFT) dan International Islamic Financial Market (IIFM) melalui pengembangan standarisasi praktik transaksi pembiayaan perdagangan.

“Standar ini penting karena transaksi keuangan perdagangan cenderung lebih besar risikonya sebab perubahan nilai tukar mata uang dan pembatasan diversifikasi. Jadi, dengan ini diharapkan perusahaan pembiayaan maupun bank tidak selalu akan menanggung akibatnya,”kata Kepala Eksekutif IIFM yang berbasis di kota Manama, Bahrain, Ijlal Ahmed Alvi.

Regulasi yang kian membaik di sektor pembiayaan syariah di tingkat global pada akhirnya ikut pula mendorong firma-firma terkait untuk melangkah masuk, meliputi produk pendanaan keuangan syariah yang dikelola oleh Rasmala Investment Bank.

Terhitung, sejak menggeluti bisnis investasi pembiayaan Islam di tahun 2014, perusahaan yang berbasis di London tersebut sekarang memiliki aset lebih dari 250 juta  dolar AS dan diproyeksi bisa mencapai USD 500 juta pada akhir tahun ini. (*)

 

Reporter: Emha S Ashor Editor: Ahmad Kholil

Tags: