Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x

Bisnis Kreatif bagi Milenial

Rabu, 12 Desember 2018 08:12
FOTO I Dok. Goukm.id
Kreatif tidak melulu soal artistik, tetapi juga the way (cara) yang dilakukannya atau jalan yang ditempuh dalam menjalankan bisnis.

Sharianews.com, Jakarta Filosofi bisnis pada dasarnya menyelesaikan masalah atau problem solving. Sedangkan kreatif merupakan cara yang harus dijalankan dalam sebuah bisnis. Dengan kreativitas tersebut, sebuah bisnis akan lebih mudah diterima.

Potensi milenial dalam menumbuhkan bisnis secara kreatif sangatlah tinggi. Terutama dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan orang banyak dengan menggunakan teknologi.

Hal ini disampaikan oleh Wahyu Rismawan, CEO Yawme pada sebuah seminar bisnis pelajar yang di selenggarakan oleh Quantum Islamic Center, Minggu (9/12). Bisnis Yawme tersebut merupakan sebuah bisnis berbasis Hi-Tech yang membantu muslim dalam melakukan evaluasi ibadah hariannya.

Wahyu mengungkapkan, perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi peluang bagi industri untuk tumbuh secara kreatif “

“Kreatif tidak melulu soal artistik, tetapi juga the way (cara) yang dilakukannya atau jalan yang ditempuh. Secara garis  besar generasi milenial tertarik satu hal yang sifatnya natives, digital natives”. Ungkap Wahyu.

Kedekatan milenial dengan teknologi saat ini, mengawali keterlibatannya dalam bisnis kreatif. Baik produsen maupun konsumen, tidak akan jauh dengan teknologi.

Namun, upayanya membangun kesadaran milenial dalam berbisnis dan menjadi produsen tidaklah mudah. Salah satu cara yang paling tepat adalah dengan mengumpulkan para milenial dalam satu forum  seperti seminar. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah juga sangat penting. Salah satunya adalah program gerakan nasional seribu startup.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ardi, founder Garuda Farm Indonesia. “Harus ada orang-orang yang berkorban agar program tersebut berjalan. Menjadi wadah bagi mereka, saling menularkan kebaikan, hingga akhirnya makin banyak yang tertular dan menjadi tren, sehingga ada framing kalo nggak bisnis bukan milenial yang gaul namanya” ungkap Satrio.

Satrio juga menyampaikan untuk memulai bisnis, carilah sesuatu yang paling mudah terlebih dahulu. Akar dari bisnis adalah berjualan. Tidak perlu takut dengan risiko, karena setiap usaha pasti memiliki risiko masing-masing.

“Yang sekarang kita lakukan, kita nikmati dengan penuh tanggung jawab. ketika kita melangkah, harus tahu ke mana arahnya. Memulai bisnis pun ada lika likunya, kadang kita nggak kuat ketika ada  komplain dan sebagainya, yang paling penting harus tetap konsisten,” demikian seperti yang diungkapkan Satrio.

 

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo