Sabtu, 23 Januari 2021
10 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / BI Ungkap Tiga Kunci Transformasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional
Di tengah berbagai pencapaiannya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih menghadapi empat tantangan

Sharianews.com, Surabaya - Tiga aspek transformasi yang meliputi hukum, kelembagaan dan kebijakan merupakan kunci untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan BI memandang penting pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tersebut sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional, khususnya pada periode pemulihan ekonomi di era new normal.

“Di tengah berbagai pencapaiannya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih menghadapi empat tantangan,” ujar Dody, dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa, di Surabaya, Senin (05/10).

Pertama, permodalan, terutama bagi lembaga keuangan syariah untuk perluasan jangkauan, maupun akses pendanaan bagi pelaku usaha yang relatif lebih mahal. Kedua, inovasi produk barang dan jasa berbasis syariah yang perlu dikembangkan untuk lebih variatif dan market friendly.

Ketiga, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang perlu ditingkatkan untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik pada level industri maupun yayasan pengelola dana islam. Keempat, infrastruktur yang perlu diperkuat, terutama dalam hal perluasan layanan keuangan syariah dan pemanfaatan teknologi maupun informasi.

Tantangan tersebut dapat diatasi melalui transformasi yang meliputi tiga aspek utama. Pertama, aspek hukum yang jelas mengenai ekonomi dan keuangan syariah. BI menyambut baik kajian RUU Ekonomi Syariah sebagai dasar hukum yang diharapkan dapat menstimulus pengembangan ekosistem rantai nilai halal (Halal Value Chain) dan menciptakan iklim berusaha yang sehat dan berkelanjutan baik dari sisi industri, UMKM, maupun penggunaan dana sosial Islam.

Kedua, aspek kelembagaan yang terus diperkuat. Perubahan dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan peluang mewujudkan koordinasi pengembangan EKSyar yang lebih baik dan terintegrasi.

Ketiga, kebijakan ekonomi dan keuangan syariah harus dikembangkan dengan seimbang dalam dua arah, yakni konsolidasi dan ekspansi. Kebijakan konsolidasi ditujukan dalam memastikan kesehatan lembaga keuangan syariah, efisiensi tugas, dan stabilitas pasar keuangan syariah. Sementara kebijakan ekspansi berfokus pada aksesibilitas pembiayaan dan pengembangan usaha syariah pada sektor-sektor potensial untuk mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dengan didukung dengan digitalisasi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman