Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / BI Paparkan Faktor Kunci Pengembangan Ekonomi Syariah
FOTO I Dok. icc-global.com
Asisten Direktur Departemen Ekonkmi dan Keuangan Syariah BI Muhamad Irfan Sukarna memaparkan beberapa faktor kunci dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perkembangan ekonomi syariah menjadi magnet di berbagai negara di dunia, baik negara yang mayoritas Muslim maupun nonmuslim tidak terkecuali Indonesia. Hal tersebut mendapat perhatian khusus Bank Indonesia (BI).

Asisten Direktur Departemen Ekonkmi dan Keuangan Syariah BI Muhamad Irfan Sukarna memaparkan beberapa faktor kunci dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Pertama, dukungan penuh pemerintah. Kedua, dicanangkan sebagai program nasional. Ketiga, badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas.

"Keempat, fokus memanfaatkan keunggulan kompetitif suatu negara. Kelima, strategi nasional mencakup reformasi struktural pemerintah, maupun paradigma masyarakat," jelas Sukarna, belum lama ini.

Di antaranya adalah Tiongkok, ekspor baju Muslim tertinggi ke negara-neagara Timur Tengah mencapai 28 miliar dolar AS. Begitu pula Inggris yang telah menjadikan London sebagai pusat keuangan syariah di negara-negara Barat.

Korea Selatan, memiliki visi menjadi destinasi utama pariwisata halal, sedangkan Jepang, menjadikan industri halal sebagai kontributor kunci pada 2020.

Lain lagi dengan Uni Emirat Arab. UEA telah menjadikan Dubai sebagai Ibu Kota ekonomi syariah dan Arab Saudi, pusat Islam dunia.

Brazil, pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah. Sedangkan Australia, pemasok daging sapi halal terbesar ke Timur Tengah.

Lalu, di kawasan Asia Tenggara, Thailand memiliki visi menjadi pusat dapur halal dunia. Malaysia, visi menjadi pusat industri halal dan keuangan syariah global di 2020.

Sukarna mengungkapkan BI dalam ekonomi syariah, Indonesia bisa memanfaat industri halal, terutama dalam makanan halal.

Lewat industri halal, diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian negara. Dengan memanfaatkan industri halal dapat mengurangi impor sehingga valutan asing (valas) tidak keluar. Bahkan jika sampai bisa ekspor,  kebalikannya, valas akan masuk.

BI sendiri sudah membuat cetak biru ekonomi syariah untuk Indonesia yang menjadi dasar BI untuk menggerakkan dan berkontribusi kembangkan ekonomi syariah di Indonesia. 

Termasuk di dalamnya pemberdayaan ekonomi syariah, yakni rantai nilai halal, kelembagaan, dan infrastruktur pendukung. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo