Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Ekbis / BI Paparkan Empat Langkah Kembangkan Industri Halal
Foto dok. Pexels
Industri halal membutuhkan empat langkah strategis yang perlu menjadi fokus ke depan

Sharianews.com, Jakarta - Bank Indonesia mengungkapkan pengembangan industri halal membutuhkan empat langkah strategis yang perlu menjadi fokus ke depan agar dapat berkontribusi lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menyampaikan empat langkah strategis tersebut, yaitu membentuk suatu brand halal yang kuat, membangun jejaring kerjasama, memperkuat pembiayaan syariah serta mendorong digitalisasi.

Lebih rinci, Sugeng menguraikan empat strategi pengembangan industri halal ke depan. Pertama, membentuk suatu brand halal dengan memberikan pemahaman memadai kepada masyarakat tentang produk halal. Misalnya, makanan halal itu adalah makanan sehat.

Kedua, membangun jejaring kerjasama dari berbagai unit usaha, termasuk antara lain melalui pengembangan jejaring unit bisnis pondok pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).

“Pada tahun 2020, terdapat ratusan unit bisnis/ UMKM di pesantren yang akan diintegrasikan melalui Hebitren, sehingga dapat meningkatkan skala ekonomi pesantren. Hal itu akan meningkatkan efisiensi dan posisi tawar (bargaining position), serta mendorong transaksi jual beli antara unit usaha di pesantren,” jelas Sugeng, belum lama ini.

Ketiga, memperkuat pembiayaan syariah melalui integrasi pembiayaan sosial syariah dengan pembiayaan komersial syariah.

Keempat, mendorong digitalisasi, antara lain melalui pembentukan platform IKRA (Industri Kreatif Syariah Indonesia) yang sejak 2018 menampilkan produk halal yang berkualitas, serta meningkatkan kolaborasi untuk penyaluran pembiayaan syariah.

Hal tersebut dilaksanakan melalui kerjasama antara lembaga keuangan mikro syariah (Baitul Mal Wattamwil) dan perusahaan teknologi finansial syariah dengan menggunakan aplikasi ponsel pintar. Hingga Juli 2020, terdapat lebih dari 50 perusahaan teknologi finansial yang sudah menyalurkan pembiayaan syariah hampir sebesar Rp4 triliun.

Rep. Aldiansyah Nurrahman