Jumat, 23 Agustus 2019
22 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / BI: Inflasi Saat Ramadan Terkendali
FOTO I Dok. merahputih.com
Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko menyampaikan, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2019 meningkat dari 0,44 persen month to month (mtm) pada April 2019 menjadi 0,68 persen mtm.

Sharianews.com, Jakarta ~ Bank Indonesia menyatakan inflasi Mei 2019 yang bersamaan dengan bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri tetap terkendali.

Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko menyampaikan, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2019 meningkat dari 0,44 persen month to month (mtm) pada April 2019 menjadi 0,68 persen mtm.

"Perkembangan inflasi IHK ini secara umum terkendali dan sesuai pola musiman pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, yang rata-rata dalam lima tahun terakhir mencapai 0,77 persen," jelasnya menegaskan.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK 2019 sampai Mei 2019 mencapai 1,48 persen year to date (ytd), atau secara tahunan mencapai 3,32 persen year on year (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran inflasi sebesar 3,5±1 persen pada 2019.

Kenaikan inflasi IHK Mei 2019 dipengaruhi pola musiman inflasi kelompok volatile food pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 2,18 persen mtm pada Mei 2019, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,59 persen  mtm.

Inflasi volatile food terutama bersumber dari komoditas cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar dan diawetkan, telur ayam ras, cabai rawit, buah, dan sayur lainnya. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 4,08 persen yoy, meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,05 persen yoy.

Inflasi kelompok administered prices sesuai pola musiman juga meningkat. Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,48 persen mtm pada Mei 2019, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,16 persen mtm.

Inflasi kelompok administered prices bersumber dari tarif angkutan antarkota, tarif angkutan udara, tarif kereta api, rokok kretek filter, dan tarif parkir.

Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi 3,38 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,17 persen yoy.

Inflasi inti tetap terkendali, meskipun meningkat dibandingkan level bulan sebelumnya. Inflasi inti Mei 2019 tercatat 0,27 persen mtm, meningkat dibandingkan inflasi April 2019 sebesar 0,17 persen mtm.

Komoditas utama penyumbang inflasi inti ialah nasi dengan lauk dan gula pasir. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,12 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan level April 2019 sebesar 3,05 persen yoy.

"Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya," pungkas Onny.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo