Kamis, 13 Agustus 2020
24 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / BI : Ekonomi Syariah Dukung Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19
Ekonomi syariah menunjukkan kinerja yang berdaya tahan pada 2019 dengan potensi yang besar untuk terus berkembang ke depan, termasuk dapat turut mendukung upaya menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Sharianews.com, Jakarta - Ekonomi syariah menunjukkan kinerja yang berdaya tahan pada 2019 dengan potensi yang besar untuk terus berkembang ke depan, termasuk dapat turut mendukung upaya menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Pangsa pasar syariah yang besar dan terus bertumbuh di Indonesia adalah modal penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai salah satu motor penggerak perekonomian. Selain itu, ekonomi dan keuangan syariah merupakan sumber pertumbuhan baru yang inklusif, berkelanjutan dan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan.

“Hal ini bukan berarti tanpa alasan, terutama jika dilihat dari preferensi dan gaya hidup masyarakat dalam mengonsumsi barang dan jasa bersertifikat halal yang terus meningkat, serta bertambahnya global player dalam ikut memasok rantai nilai halal dunia,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo dalam Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019 yang diluncurkan Rabu (20/5).

Pengembangan ekonomi syariah tersebut terus ditempuh melalui peningkatan peran usaha syariah dalam halal value chain, serta pengembangan keuangan sosial syariah sebagai alternatif sumber pembiayaan yang memperkuat keuangan syariah secara umum.

Ekonomi syariah, sejalan dengan perekonomian Indonesia secara umum, berdaya tahan ditopang oleh permintaan domestik di tengah penurunan ekspor akibat melambatnya perekonomian global pada 2019.

Dilihat dari sektor prioritas dalam halal value chain (HVC), kinerja ekonomi syariah secara umum lebih tinggi dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan pertumbuhan mencapai 5,72 persen.

Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor makanan halal, yang memiliki kontribusi terbesar pada total sektor prioritas dalam HVC. Ke depan dalam jangka pendek pada 2020,sejalan dengan perekonomian secara umum, dampak pandemi Covid-19 akan menyebabkan penurunan kinerja sektor perioritas ekonomi syariah

Dalam jangka menengah, momentum pemulihan perkenomian dari dampak Covid-19, akan dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Upaya transformasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional, tetap akan difokuskan dengan pendekatan ekosistem.

Strategi pengembangan terintegrasi bahkan terus diperkuat dengan penerbitan Perpres nomor 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Sejalan dengan rencana pembangunan Pemerintah, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah akan mencakup (i) pengembangan industry produk halal; (ii) pengembangan industry keuangan syariah; (iii) pengembangan dana sosial syariah; dan (iv) pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2019, merupakan edisi perdana, dan telah merangkum dengan lengkap perkembangan terkini dan kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah BI dalam bersinergi bersama Pemerintah dan otoritas terkait. Laporan yang akan diterbitkan secara tahunan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi evaluasi dan perumusan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah nasional, khususnya dalam mencapai visi Indonesia Maju dan menjadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Terkemuka di Dunia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman