Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / BI: Brand Ekonomi Syariah Membuat Ekonomi Syariah Inklusif
Foto dok. Pexels
Nilai ekonomi syariah bisa mendukung ekonomi nasional

Sharianews.com, Jakarta - Di tengah situasi pandemi Covid-19, ekonomi syariah menjadi tumpuan untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional. Dari segi prinsip nilai sudah seharusnya ekonomi syariah bisa mendukung ekonomi nasional untuk bangkit kembali.

Terkait dengan hal itu, Kepala Grup Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Prijono menyatakan, memang sudah seharusnya ekonomi syariah ini bisa dipakai oleh masyarakat.

Untuk itu ekonomi syariah harus bersifat bersifat inklusif, tidak eksklusif. Caranya dengan pembuatan brand ekonomi syariah.

“Pembuatan brand ekonomi syariah menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat masyarakat paham, mudah mengingat ekonomi syariah,” jelasnya menegaskan, dalam acara media briefing, Rabu (16/09).

Atas dasar itu, BI dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menggelar lomba pembuatan Brand Ekonomi Syariah. Hadiah lomba ini mencapai Rp125 juta untuk satu orang pemenang.

Lomba Branding Ekonomi Syariah tidak terpisahkan dari acara Indonesia Economic Sharia Festival (ISEF) 2020. Direncanakan hasil dari lomba ini, akan bisa diluncurkan pada ISEF, sekitar 27-30 Oktober 2020.

Bagi yang ingin mendaftar lomba, pembukaan pendaftaran dibuka sejak 25 Agustus 2020 dan batas pengumpulan karya ditunggu hingga 27 September 2020. Untuk pengumuman pemenang akan disampaikan pada 16 Oktober 2020. Para peserta yang mengikuti lomba bisa mengumpulkan karyanya maksimal tiga karya per peserta.

Lebih lanjut, Prijono menambahkan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu melibatkan semua pihak dan harus dilakukan bersama-sama. Di sisi lain, edukasi dan sosialisasi terus menerus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

"Pemahaman juga menjadi faktor yang sangat penting. Bisa jadi penggunaan istilah di ekonomi dan keuangan syariah kurang familiar oleh sebagian masyarakat," pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman