Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / For Beginners / Berkenalan dengan Akad Murabahah, Salam dan Istishna
Foto dok. Pexels
Menjelaskan akad-akad dengan prinsip jual-beli atau ba’i

Sharianews.com, Jakarta - Secara garis besar produk pembiayaan syariah terbagi ke dalam empat kategori yang dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya.

Keempat kategori itu adalah pembiayaan dengan prinsip jual-beli, pembiayaan dengan prinsip sewa, pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, dan pembiayaan dengan akad pelengkap.

Pada kesempatan kali ini, artikel ini akan menjelaskan akad-akad dengan prinsip jual-beli atau ba’i.

Adapun pengertian prinsip jual-beli dalam keuangan syariah adalah prinsip jual-beli yang dilaksanakan dengan adanya perpindahan kepemilikan barang atau benda (transfer of property). Tingkat keuntungan ditentukan di depan dan menjadi bagian harga atas barang tersebut.

Setidaknya ada tiga akad dalam prinsip jual-beli, yakni murabahah, salam dan istishna. Akad sendiri adalah ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank, yakni pertalian ijab dan kabul sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan.

Berikut tiga penjelasan akad murabahah, salam dan istishna berdasarkan pengertian Otoritas Jasa Keuangan dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam:

1. Murabahah

Transaksi jual-beli dimana penjual menyebut jumlah keuntungannnya. Dalam transaksi bank syariah, bank bertindak sebagai penjual, sementara nasabah sebagai pembeli.

Harga jual merupakan hasil dari harga beli bank dari pemasok ditambah keuntungan. Kedua pihak harus menyepakati harga jual dan jangka waktu pembayaran, harga jual dicantumkan dalam akad jual-beli dan jika telah disepakati tidak dapat berubah selama berlakunya akad.

Bisa dikatakan, murabahah adalah akad pembiayaan suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih sebagai keuntungan yang disepakati.

2. Salam

Transaksi jual-beli di mana barang yang diperjual belikan belum ada. Barang diserahkan secara tangguh sedangkan pembayaran dilakukan tunai.

Dalam transaksi perbankan syariah, bank bertindak sebagai pembeli dan nasabah sebagai penjual. Dalam akad transaksi salam, kuantitas, kualitas, harga dan waktu penyerahan barang harus ditentukan secara pasti.

Jadi, akad salam merupakan akad pembiayaan suatu barang dengan cara pemesanan dan pembayaran harga yang dilakukan terlebih dahulu dengan syarat tertentu yang disepakati.

3. Istishna

Transaksi jual-beli yang mirip dengan akad salam, yang membedakan adalah cara pembayarannya dapat dilakukan dalam beberpa kali (termin) pembayaran. Skema istishna dalam transaksi perbankan syariah, umumnya diaplikasikan pada pembiayaan manufaktur dan kontruksi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman