Senin, 20 Mei 2019
16 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Berikan Manfaat Keuangan Syariah Lewat Perluasan Bank Wakaf Mikro
FOTO I dok. Industry.co.id
Hingga November 2018, sudah ada 38 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh lndonesia.

Sharianews.com, Jakarta ~Quick wins sektor keuangan syariah menjadi tugas Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk dijalankan. Salah satu bagian dari quick wins sektor keuangan syariah ini adalah perluasan lembaga keuangan mikro dengan branding Bank Wakaf Mikro.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Ia mengatakan Bank Wakaf Mikro adalah bagian dari inklusifitas keuangan syariah. KNKS selain bertugas mengembangkan industri keuangannya juga harus fokus kepada manfaat keuangan syariah untuk masyarakat secara luas.

Manfaatnya, ditambahkan tidak hanya dengan mekanisme zakat, infak, wakaf dan sedekah, tetapi juga harus mendorong keuangan mikro. Salah satu instrumen keuangan mikro itu adalah Bank Wakaf Mikro.

Skema kerja Bank Wakaf Mikro sederhananya adalah sejumlah wakaf yang dikumpulkan, kemudian disalurkan untuk kebutuhan yang meminjam.

Faktor terpenting dalam pelaksanaan Bank Wakaf Mikro ini terletak pada mobilisasi pengumpulan wakafnya, terutama wakaf tunai atau pemanfaatan dari aset wakaf. Kemudian memastikan yang menerima adalah industri atau pengusaha yang sifatnya mikro, sehingga Bank Wakaf Mikro bisa bermanfaat untuk menambah basis kewirausahaan di Indonesia.

Mengenai program yang dibuat KNKS untuk melaksanakan quick wins tersebut, Bambang menegaskan tidak membuat program baru.

“KNKS ini intinya bersifat konsolidator, koordinator, tetapi juga fasilitator. Jadi akan bekerjasama dengan seluruh institusi kegiatan langsung terkait ekonomi keuangan syariah. Lalu, apabila ada dua institusi yang melakukan hal yang serupa, KNKS upayakan akan ada kerjasama dan penguatan antara kedua-keduanya,” jelas Bambang. 

Jajaran manajemen KNKS, Satu Direktur Eksekutif dan lima Direktur KNKS lain telah resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bambang, di Gedung Bappenas, Jakarta (3/1/2019).

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmen untuk terus memperluas penyediaan akses keuangan bagi para pelaku usaha mikro kecil yang belum terjangkau akses keuangan formal melalui pembentukan Bank Wakaf Mikro atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah di berbagai daerah.

“Hingga November 2018 lalu, sudah ada 38 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang telah menyalurkan pembiayaan kepada 8.373 orang nasabah, dengan total pembiayaan sebesar Rp 9,72 miliar,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Dalam laman resmi OJK, Wimboh mengatakan OJK terus mengembangkan pola inovasi baru untuk pengembangan program Bank Wakaf Mikro, di antaranya melalui penyaluran pembiayaan pola klaster yang saat ini telah sukses diterapkan di kelompok/klaster batik di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Manfaat Bank Wakaf Mikro bagi pengembangan ekonomi mikro juga mendapat dukungan dari dua lembaga amal di Kuwait, yakni International Islamic Charity Organization (IICO) dan Zakat House yang akan melakukan penjajakan kerja sama dalam memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro di Indonesia.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo