Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Lifestyle / Beribadah Ramadan, Muslim New Zealand Dijaga Aparat
FOTO | Dok. Dompet Dhuafa
Kondisi umat Muslim di New Zealand khususnya pada bulan Ramadan ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Sharianews.com, Jakarta ~ Tepat dua bulan berselang setelah peristiwa penembakan masal di dua Masjid New Zealand, dampaknya masih terasa hingga sekarang.

Salah satu dai ambassador Dompet Dhuafa Kopri Nurzen melaporkan, Senin (13/), kondisi umat Muslim di New Zealand khususnya pada bulan Ramadan ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Pengawasan ketat terhadap umat Islam yang tengah menjalankan ibadah masih berlangsung hingga sekarang. Bila sebelumnya pengawasan hanya dilakukan pada saat salat Jumat, Ramadan ini ditambah menjadi setiap malam yakni saat salat tarawih.  

Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh aparat kepolisian setempat, masyarakat nonmuslim pun turut mengambil peran dalam mengawal dan mengamankan umat Islam saat beribadah.

“Setiap tarawih, Masjid-masjid dijaga oleh polisi dengan senjata laras panjang untuk memberikan kenyamanan kepada orang-orang yang salat. Hal itu sebagai bentuk dukungan pemerintah New Zealand kepada umat Islam pascaperistiwa penembakan di Cristhchurch beberapa waktu lalu,” terang Kopri dari wilayah New Zealand.

Tidak dapat dimungkiri, tragedi Masjid Christchurch telah melukai banyak hati masyarakat New Zealand serta umat Muslim seluruh dunia. Solidaritas masyarakat kepada umat muslim di sana semakin tinggi.

Terlepas dari kejadian Christchurch, sejak lama New Zealand sudah menjadi tanah bagi berbagai etnis. Mayoritas penduduk yang merupakan pendatang dari berbagai negara membuat New Zealand menjadi negara dengan tingkat toleransi yang tinggi. Tidak hanya masyarakat heterogen, umat Muslim di New Zealand juga beraneka ragam etnisnya.

“Umat Islam di sini terdiri dari berbagai macam etnis dan negara asal, namun diikat dengan semangat ukhuwah islamiyah yang sangat kuat. Ada yang berasal dari Fiji, India, Pakistan, Bangladesh, Timur Tengah, Asia Tenggara, China, Eropa, Afrika dan sebagainya. Semua menyatu dalam saf-saf salat tarawih dan salat fardu lima waktu,” kata Kopri mengakui.

Saat ini, Kopri beserta dai ambasador Dompet Dhuafa lainnya di New Zealand tengah mengemban tugas menyampaikan syiar islam. Pesan-pesan perdamaian yang merupakan inti sari dari ajaran Islam akan terus dikumandangkan di bumi Selandia Baru selama Ramadan ini. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo