Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. istimewa
Surat Yusuf itu membicarakan sesuatu yang saat itu belum dipahami orang pentingnya manajemen ekonomi dan bagaimana mengelola masalah keuangan.

Sharianews.com, Jakarta ~Belajar ekonomi bisa dari mana pun, termasuk dari Al Quran. Dalam Alquran surat Yusuf misalnya, di dalamnya ada disampaikan persoalan ekonomi. Asisten Manajer Divisi Pasar Modal Syariah, Bursa Efek Indonesia (BEI), Derry Yustria mengatakan di dalam Alquran surat Yusuf ada tiga ayat yakni, 43, 47, 48, 49 yang menjelaskan perihal prinsip ekonomi.

“Surat Yusuf itu membicarakan sesuatu yang saat itu belum dipahami orang pentingnya manajemen ekonomi dan bagaimana mengelola masalah keuangan,”jelasnya, di Jakarta.

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): ‘Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh butir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang tabir mimpiku itu, jika kamu dapat mena’birkan mimpi.”(QS.12:43).

Pada ayat lain di surat yang sama di sampaikan. “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai (petik) hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.” (QS.12:47).

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari bibit gandum yang akan kamu simpan.” (QS.12:48)

“Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa mereka memeras anggur.” (QS.12:49)”

Menurut Derry, Alquran surat Yusuf tersebut menceritakan kisah Nabi Yusuf, AS, yang bisa menafsirkan mimpi yang dialami oleh pembesar Mesir. Disebutkan, tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh butir lainnya yang kering. Jika ditelaah lebih jauh, hal ini mengandung makna siklus bisnis.

Materi ini sering diajarkan di kelas-kelas perkuliahan sebagai materi manajemen bisnis, terutama terkait dengan istilah siklus bisnis, yang berhubungan dengan  prinsip ekonomi bahwa siklus bisnis tidak selalu naik, tetapi adakalanya turun. 

“Hal ini secara gambalng dijelaskan oleh Nabi Yusuf AS bahwa ada yang namanya siklus bisnis dan ini luar biasa. Bahwa ilmu pengetahun, tidak berseberangan dengan agama, bahkan agama merupakan salah satu pilar dari ilmu pengetahuan,” kata Derry.

Kemudian, di dalam surat tersebut dijelaskan solusinya. Tujuh tahun subur dan akan datang masa tujuh tahun pacelik. Nabi Yusuf AS, berdasarkan mimpi yang dialami pembesar Mesir tersebut menyampaikan takwilnya agar mereka bercocok tanam selama tujuh tahun berturut-turut sebagaimana biasa, dan apa yang kamu petik atau panen, biarkan berada ditangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan.

“Nabi Yusuf, AS  mengatakan jangan sampai kamu tua sebelum kaya, jadi artinya harus disiapkkan segala macamnya. Jangan sampai menua, tetapi kekayaannya tidak bertambah. Maka dari itu kekayaannya, harus disiapkan dari sekarang,”tutur Derry.

Lebih lanjut, menurut Derry ayat tersebut mengajarkan, jika ingin mengatasi masalah ekonomi, mesti produktif, dan bekerja. Harus prpduktif dan bertumbuh dengan investasi.

Selain itu juga mesti memiliki sesuatu yang produktif, yakni perkerjaan dan jangan bergantung pada satu pendapatan itu saja, mesti dari pasif dan portofolio. "Kemudian, jangan berlebih-lebihan, dan harus memiliki proteksin tabungan dan asuransi,"katanya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil
#surat yusuf