Selasa, 18 Juni 2019
15 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / BEI: Dana Haji Jika Masuk Pasar Modal Bisa Jadi Raja
Talkshow Ramadhan bersama kediv pasar modal syariah, Irwan abdalloh, Baznas, sekuritas. FOTO/DOK.romy
"Jadi, sebetulnya orang salah paham, dana BPKH itu untuk infrastruktur, BPKH itu majority ada di bank, sama dana haji, sukuk haji, di infrastruktur (direct) itu nggak ada," ucap Irwan ketika berbicara dengan Sharianews, Senin (6/5)

Sharianews.com, Jakarta ~ Kepala divisi pasar modal syariah Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh mejelaskan, banyak yang salah kaprah mengenai dana kelola haji yang dialokasikan untuk infrastuktur.

"Jadi, sebetulnya orang salah paham, dana BPKH itu untuk infrastruktur, BPKH itu majority ada di bank, sama dana haji, sukuk haji, di infrastruktur (direct) itu nggak ada," ucap Irwan ketika berbicara dengan Sharianews, Senin (6/5)

Ia menyarankan, agar dana haji tersebut diinvestasikan melalui pasar modal syariah saja, bukan di perbankan. "Kita itu sedang mencoba agar komposisinya itu lebih besar di pasar modal syariah, karena kalau di bank rigid kan, ada rasio-rasio yang dia lewat, ya udah lewat juga," sambung Irwan.

Lebih lanjut dikatakan, apabila dana haji dikelola melalui pasar modal syariah, hal tersebut tidak tidak akan terjadi. Menurut Irwan yang juga anggota dari DSN-MUI ini, saat ini sudah ada pertemuan antara anggota BPKH dengan pihak lain.

"Kita sudah beberapa kali FGD kok, tapi mereka masih ada barier dari sisi regulasi kan, wajarlah, jadi kita masih sedang mencari-cari titik tengah," imbuhnya lagi.

Irwan menambahkan, dari pihak BPKH sangat terbuka terhadap dengan segala kemungkinan yang ditawarkan, akan tetapi semua belum bisa terlaksana karena masih ada regulasi.

"Mereka juga sangat hati-hati dengan regulasi, kita sih wajar dan paham, kan ini lompatan jauh dari yang mulanya tidak jelas sekarang menjadi diperketat oleh regulasi jadi mereka sangat hati-hati sekali," ujarnya.

Irwan sangat yakin apabila BPKH masuk ke dalam pasar modal syariah, BPKH bisa menjadi market maker.

"Dana kelolaannya 110 triliun, nah, duit itu bisa jadi raja, jadi kasarannya gini: lo mau buat produk apa hayu kita bikinin, jadi dia bisa mendikte market untuk membikin produk cuma masalahnya berani atau tidak. Nah, itu kan, masalah risk manajemennya mereka," tutup Irwan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo