Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. sharianews.com
Tapi ada satu hal yang mereka mungkin kurang ditekankan yaitu tentang adab, perilaku.

Sharianews.com, Kasus murid melawan guru di Indonesia sepertinya sering terdengar akhir-akhir ini. Sebagai contoh yang terjadi baru-baru ini di daerah Gresik di SMP PGRI Wringinanom tentu mengguncang dunia pendidikan di Indonesia.

Nur Kalim selaku guru yang mengalami kejadian tersebut menceritakan ketika ia hendak mengajar mata pelajaran IPS di kelas III A, didapati kelas kosong. Lalu pria 20 tahun tersebut bergegas mencari para muridnya.

“Awalnya anak-anak hendak mengikuti foto buat ujian akhir sekolah. Setelah itu, baru mata pelajaran saya. Setelah saya lihat di kelas kosong, kemudian saya cari. Ternyata mereka sembunyi di warung yang tak jauh dari sekolah,” Kata Nur Kalim kepada wartawan di Mapolsek Wringinanom, Gresik, Minggu (10/02) sebagaimana dilansir dari detiknews.com.

Ia melanjutkan, setelah ia melihat anak muridnya tersebut, Nur Kalim akhirnya menggebrak warung sehingga para siswa yang bersembunyi lari ke dalam kelas. Sesampainya di kelas, beberapa siswa masih kesal dan akhirnya melakukan perlawanan.

Melihat fenomena tersebut psikolog, presenter TV dan Firm Owner Coach di Hijrah Coach, Intan Erlita menanggapinya sebagai sebuah degradasi moral yang terjadi pada sebagian anak Indonesia.

“Kalau jaman sekarang mereka secara kepandaian intelektual tuh mereka tinggi-tinggi ya, mereka pintar, smart, charity mereka juga lebih baik dari generasi sebelumnya ya. Tapi ada satu hal yang mereka mungkin kurang ditekankan yaitu tentang adab, perilaku. Bagaimana cara menghormati guru, menghormati orang tua,” ujar Intan, Rabu (13/02).

Ia memperkirakan kemungkinan faktornya, apakah yang terjadi pada adab remaja saat ini dikarenakan ketidaktahuan mereka akan hal itu akibat tidak diajarkan oleh orang tua  atau hanya diajarkan sebatas intelektualnya saja atau hal lainnya.

“Karena sangat disayangkan mereka yang terbilang punya kepandaian yang cukup baik, tapi mereka tidak mengerti (adab) sampai akhirnya terjadi hal-hal seperti itu,” tutur dia.

Lebih lanjut Intan menekankan kepada para pengajar, orang tua khususnya agar menyeimbangkan pendidikan yang tidak hanya sebatas intelektual semata. Melainkan dilengkapi pendidikan adab dan moral serta pemberian contoh yang baik tentunya.

“Mungkin ini menjadi suatu warning (peringatan) ya bagi orang tua, dimana dalam mengajarkan anak tidak cukup pada kepandaian saja tetapi juga ditekankan pada anak bagaimana ia bisa menghargai dan menghormati orang yang lebih tua,” pungkas presenter ini.

Reporter: Fathia Editor: Munir Abdillah