Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Begini Proses Pemantauan Hilal Sebelum Sidang Isbat
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan hasil rukyatul hilal menjadi dasar pengambilan keputusan sidang isbat.

Sharianews.com, Jakarta - Meski sedang pandemi corona (Covid-19), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) tetap diminta melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) bersama Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah, instansi terkait, ormas Islam dan tokoh masyarakat setempat.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan hasil rukyatul hilal menjadi dasar pengambilan keputusan sidang isbat. Pihaknya telah menyiapkan protokol pelaksanaan rukyatul hilal saat pandemik Covid-19. Aturan itu sudah dikirim ke Kanwil Kemenag agar dijadikan panduan dalam pemantauan hilal.

"Peserta harus dibatasi, maksimal 10 orang dan menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan serta senantiasa physical distancing selama pandemik Covid-19," ungkap dia.

Selain itu, dalam pelaksanaan rukyatul hilal antara area perukyat dan area undangan dibatasi dengan batas yang jelas. Sebelum memasuki area rukyatul hilal, semua peserta harus diukur suhu tubuhnya dan menggunakan masker. Bagi petugas yang merasa tidak sehat tidak boleh mengikuti kegiatan rukyatul hilal.

Kemudian, setiap instrumen pemantauan, baik teleskop, teodolit, atau kamera, hanya dioperasikan oleh satu orang, tidak saling pinjam pakai. Petugas juga dilarang berkerumun di sekitar instrumen pemantauan yang telah ditempatkan.

Sebelum dan sesudah digunakan, instrumen rukyat dibersihkan dengan kain yang dibasahi dengan cairan disinfektan. “Petugas juga diimbau melakukan salat hajat, memohon keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya," pungkas Kamaruddin.

Rep. Aldiansyah Nurrahman