Senin, 27 Mei 2019
23 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Begini Komitmen Jokowi dan Prabowo dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
Dok/Foto Tirto.id
leh karena itu, Prabowo berencana mendirikan bank tabungan khusus haji agar dana-dana tersebut bisa dikelola secara modern dan transparan.

Sharianews.com, Debat terakhir atau kelima Pilpres 2019 juga membahas perkembangan dari industri syariah dan wisata halal dunia.

Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin memamerkan Indonesia saat ini dinobatkan menjadi wisata halal nomor satu dunia.

"Sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia, kita punya kekuatan besar untuk ekonomi syariah. Kita tahu Indonesia sekarang dinobatkan (sebagai) nomor satu di bidang wisata halal, alhamdulillah," ujar Jokowi dalam debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Menurut Jokowi, pihaknya juga akan terus mengembangkan wisata halal tersebut. Dalam waktu dekat, pemerintah pun disebut akan membuka taman halal di dekat Stadion GBK, Jakarta.

"Sebentar lagi kita juga akan buka Halal Park di dekat GBK. Kita akan fokus dan konsentrasi di sini dengan produk-produk halal dengan minggu depan akan resmikan, minggu depan di Jakarta dan diperbesar lagi menjadi district park," tutur Jokowi.

Sementara itu, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan tabungan haji merupakan potensi keuangan yang sangat besar. Dia pun ragu terkait pengelolaan dana tersebut saat ini.

"Potensi yang besar adalah keuangan dan tabungan jemaah haji. Sekarang ini terjadi suatu keraguan soal pengelolaan dana-dana tersebut," ucapnya dalam Debat Kelima Pilpres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Oleh karena itu, Prabowo berencana mendirikan bank tabungan khusus haji agar dana-dana tersebut bisa dikelola secara modern dan transparan.

"Kami ingin untuk membentuk bank tabungan haji di mana nanti potensi itu dikelola secara modern syariah tapi efisien dan transparan," katanya.

"Dana tersebut bisa bermanfaat untuk umat dan tidak untuk kepentingan lain," tuturnya.

Sementara Cawapres, Sandiaga Uno berencana menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah.

"Bank syariah kita harusnya terbesar di ASEAN. Hong Kong tuh mengembangkan itu. Dengan kami, kami akan besarkan peluang dan menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah," tuturnya.

Reporter: Aldiansyah Editor: Munir Abdillah