Sabtu, 4 Februari 2023
14 Rajab 1444 H
Home / Ziswaf / Begini Cara Melestarikan Pencak Silat Ala Dompet Dhuafa
Kita sepatutnya sebagai masyarakat Indonesia tentunya bangga dan ikut melestarikannya

Sharianews.com, Bogor - Sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita harus ikut melestarikan budaya khas Indonesia, salah satu budaya itu adalah Pencak Silat.

Pencak Silat merupakan salah satu warisan budaya dunia nonbenda yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 2019 lalu.

Dengan ditetapkannya bela diri khas Indonesia menjadi salah satu warisan budaya dunia, kita sepatutnya sebagai masyarakat Indonesia tentunya bangga dan ikut melestarikannya, seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa terus berusaha untuk melestarikan warisan budaya dunia tersebut, salah satunya melalui Kampung Silat Jampang (KSJ) Dompet Dhuafa.

KSJ Dompet Dhuafa mengadakan acara sarasehan, bedah buku “The Power Of Silat”, dan pembagian 100 parsel kepada para pelestari budaya yang berlangsung di Kawasan Terpadu Zona Madina, Parung, Bogor, Sabtu (24/4). Acara tersebut dihadiri oleh 150 peserta yang meliputi Bapak Pesilat Dunia, Pesilat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor, dan 36 Dewan Guru KSJ.

Dalam sambutannya, Direktur Dakwah Budaya & Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa Ahmad Shonhaji mengatakan bahwa silat itu bukan hanya beladiri semata. “Akan tetapi juga mengajarkan nilai kehidupan (akhlakul karimah). Harus diakui pula bahwa dunia persilatan merupakan sebuah ikhtiar anak bangsa untuk menjaga pertahanan dan keamanan bangsa,” ujarnya.

Acara ini diawali dengan bedah buku, kemudian dilanjutkan dengan pembagian 100 parsel kepada pelestari budaya dan diakhiri buka puasa bersama. Sarasehan silat yang telah terselenggara diharapkan mampu mengurai permasalahan dan pengembangan perguruan silat di Kabupaten Bogor.

Selain itu, pada acara kali ini menghasilkan sebuah rekomendasi untuk mengawal pengembangan silat di Kabupaten Bogor dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, Mayjend (Purn) TNI Eddie Mardjuki Nalapraya selaku Bapak Silat Dunia yang telah berkeliling hampir 40 negara untuk membangun pencak silat di ranah dunia, memiliki harapan bagi generasi penerus.

“Saya titip kepada kalian, agar pencak silat yang dibangun tidak hanya olahraganya. Sehingga ke depannya silat-silat tradisional tetap dilestarikan. Kesejahteraan pelatih-pelatih silat harus diperhatikan, minimal ada uang transportasi untuk para pelatih untuk mengapresiasi jerih payah mereka dalam melestarikan pencak silat,” ujarnya.

Sementara itu pada acara bedah buku “The Power of Silat”, Ketua KSJ Herman Budianto memiliki pesan melalui bukunya bahwa buku ini diharapkan mampu membangun silat sebagai budaya bangsa dan mengantarkan menjadi pesilat yang sukses, berdaya, berakhlak mulia, serta bermanfaat.

“Para pesilat juga harus siap dalam menghadapi dunia persilatan kampung global, artinya banyak sekali tantangan dan rintangan ke depannya. Misalkan ada orang luar negeri mau belajar silat, tapi pelatihnya tidak bisa bahasa inggris, ini akan menjadi suatu kendala. Maka dari itu dengan ditetapkannya silat menjadi warisan budaya dunia, kita harus mempersiapkan segalanya dari sekarang agar kendala-kendala seperti itu tidak ada lagi,” papar Herman.

Acara ini diakhiri dengan pembagian 100 parsel kepada para pelestari budaya sebagai bentuk apresiasi dari Dompet Dhuafa atas semangat dan keikhlasan para pelestari budaya dalam melestarikan budaya bangsa Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman