Kamis, 27 Juni 2019
24 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / BCA Syariah Salurkan Pembiayaan untuk PLN
FOTO | Dok. infobanknews.com
Partisipasi BCA Syariah merupakan bentuk dukungan untuk mensukseskan program pembangunan pemerintah.

Partisipasi BCA Syariah merupakan bentuk dukungan untuk mensukseskan program pembangunan pemerintah.

Sharianews.com, Jakarta. BCA Syariah bergabung dalam penyaluran pembiayaan sindikasi syariah dengan nilai total Rp 4 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dalam pembiayaan sindikasi syariah ini, BCA Syariah memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp 100 Miliar dengan akad musyarakah.

Pembiayaan sindikasi syariah ini merupakan bagian dari pembiayaan sindikasi senilai Rp14 Triliun dengan partisipasi dari 13 lembaga keuangan konvensional dan syariah.

Penandatangan dilakukan bersama-sama oleh peserta pembiayaan sindikasi di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/08). 

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan partisipasi BCA Syariah merupakan bentuk dukungan untuk mensukseskan program pembangunan pemerintah.

“Ketersediaan listrik yang memadai dapat meningkatkan produktivitas industri dan masyarakat yang tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” jelas John, dalam siaran pers-nya.

Tujuan falisitas pembiayaan itu untuk pembiayaan investasi PLN, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2018, termasuk merealisasikan pembangunan pembangkit 35.000 MW untuk menyediakan tenaga listrik yang andal dan terjangkau bagi pelaku industri dan warga negara Indonesia.

Pada 31 Juli 2018 lalu, BCA Syariah turut berpartisipasi menyalurkan pembiayaan dengan jumlah yang sama, Rp 100 miliar, untuk pembiayaan sindikasi proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated, jalan layang Cikampek.

John Kosasih menjelaskan, infrastruktur memang jadi salah satu target penyaluran pembiayaan BCA Syariah di 2018, di antaranya di bidang pembangunan jalan raya/tol dan pembangkit tenaga listrik.

Selain itu, BCA Syariah juga memproyeksikan pembiayaan infrastruktur sekitar Rp 250 sampai Rp 500 miliar, dengan mempertimbangkan tingkat permintaan di pasar dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Sementara, penyaluran pembiayaan BCA Syariah pada semester 1-2018 sendiri, mengalami pengingkatan sebesar 21,3 persen (yoy) menjadi Rp 4,7 triliun. Penyaluran pembiayaan masih fokus pada sektor produktif,  khusunya segmen komersial,  diikuti oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan konsumer.

Pada semester  I  2018 lalu, rasio pembiayaan bermasalah tetap berada pada level yang rendah dengan NPF Gross 0,73 persen dan Non Performing Financing Nett 0,31 persen.

“Kami menargetkan  pembiayaan tahun ini meningkat 15 – 20 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Fasilitas pembiayaan tersebut sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2018,"pungkas John Kosasih. (*)

Reporter : Aldiansyah Nurrahman Editor : Ahmad Kholil