Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / BCA Syariah Berpartisipasi Pembiayaan Infrastruktur PLN
Pembiayaan sindikasi syariah sebesar Rp3,5 triliun merupakan bagian dari pembiayaan sindikasi dari tujuh lembaga keuangan dengan total  Rp 16,75 Triliun.

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) berpartisipasi dalam penyaluran pembiayaan sindikasi syariah dengan nilai total Rp3,5 triliun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN).

Dalam kesempatan kali ini penandatanganan kerja sama dilakukan antara Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih dan Direktur Keuangan PT PLN Persero Sarwono Sudarto di Kantor Pusat PLN Jakarta, 22 April 2019.

Pembiayaan sindikasi syariah sebesar Rp3,5 triliun merupakan bagian dari pembiayaan sindikasi dari tujuh lembaga keuangan dengan total  Rp 16,75 Triliun.

Pembiayaan sindikasi ini, merupakan kali kedua BCA Syariah menyalurkan pembiayaan ke PLN dengan akad musyarakah sebesar Rp100 miliar, setelah sebelumnya menyalurkan pembiayaan dengan jumlah yang sama pada Agustus 2018. Pembiayaan kali ini diberikan untuk jangka waktu 10 tahun.

”Pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk kepercayaan lembaga keuangan terhadap kinerja PLN serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur kelistrikan Tanah Air,” kata Direktur Keuangan PLN Sarwono, dalam keterangan resmi BCA Syariah, Senin (29/4).

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih menyampaikan, penyaluran pembiayaan infrastruktur merupakan bentuk dukungan dan kontribusi BCA Syariah dalam pembangunan pemerintah.

“Ketersediaan listrik yang memadai dapat meningkatkan produktivitas industri dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” jelasnya menegaskan.

Total penyaluran pembiayaan sindikasi BCA Syariah sejak 2018 hingga 2019 mencapai Rp300 miliar, yang meliputi pembiayaan proyek kelistrikan dan jalan tol. BCA Syariah memproyeksikan pembiayaan infrastruktur sekitar Rp250 miliar sampai dengan Rp500 miliar, dengan mempertimbangkan tingkat permintaan di pasar dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo