Sabtu, 16 November 2019
19 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ziswaf / Baznas Resmikan Balai Ternak di Kabupaten Gresik
Balai ternak merupakan salah satu program pemberdayaan dengan menggunakan dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan oleh donatur untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kecil.

Sharianews.com, Gresik ~ Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Balai Ternak di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jumat (11/10).

Hadir dalam acara tersebut Anggota Baznas, KH Masdar Farid Mas'udi, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan, Irfan Syauqi Beik dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim.

KH Masdar mengatakan, balai ternak merupakan salah satu program pemberdayaan dengan menggunakan dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan oleh donatur untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kecil.

Program ini memadukan konsep pembibitan dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat petani dan peternak kecil. Balai ternak di Gresik ini adalah program ke-8 Baznas yang sudah tersebar di berbagai kota.

“Balai Ternak di Kabupaten Gresik ini sudah dirasakan manfaatnya oleh 35 Kepala keluarga” ujarnya.

Balai ternak dikelola dua kelompok ternak di Desa Bangeran, Kecamatan Dukun dan di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu. Penerima manfaat merupakan warga miskin yang terverifikasi Studi Kelayakan Peternak Mustahik (SKPM).

Irfan Syauqi mengatakan Kelompok Ternak terbentuk setelah dilakukan Pelatihan Dasar Kelompok (PDP) yang diikuti oleh semua calon anggota kelompok. Kelompok inilah yang akan menaungi peternak penerima manfaat program.

Jumlah ternak yang sudah disalurkan melalui Balai Ternak sebanyak 329 ekor yang terdiri dari pejantan, induk dan bakalan. Dari hasil budidaya ini diharapkan selama pemeliharaan dua tahun dapat menghasilkan anak minimal 588 ekor.

Selain memberikan aset produktif berupa ternak domba, kambing, dan sapi untuk dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan, Baznas juga aktif melakukan pendampingan secara intensif selama minimal dua tahun.

"Konsep pemberdayaan meliputi pendampingan yang melibatkan peternak kecil sebagai subyek agar mereka mampu memberdayakan dirinya dan keluarganya," kata Irfan.

Pendamping tinggal di lokasi program bersama para peternak. Sehari-hari para pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis beternak, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis.

Dengan adanya pendampingan tersebut, ditargetkan bisa mewujudkan kemandirian masyarakat dari tiga sisi yakni kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan dan kemandirian spiritual.

Tidak berhenti di hulu, pengembangan usaha kelompok juga dikembangkan hingga ke hilir melalui penjualan bakalan setiap tiga bulan sekali, juga dilakukan penjualan sate, catering, penjualan pakan ternak, penjualan kompos dan pupuk cair, penjualan produk olahan hasil ternak seperti bakso, rendang, dendeng, abon dan sosis. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo