Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / Baznas: Kampung Zakat untuk Kebangkitan Ziswaf
Action Kampung Zakat di Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak, NTT (4/18) FOTO | Dok. http://bmhdepok.blogspot.com
Pendirian Kampung Zakat yang diinisiasi oleh Kementerian Agama ini bisa menjadi sarana pembelajaran bagi semua lembaga Ziswaf yang ada di Indonesia.

Sharianews.com, Jakarta. Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Drs Jaja Jaelani menjelaskan, di antara beragam visi dan misi program ‘Kampung Zakat’ yang telah diinisiasi Kementerian Agama beberapa waktu yang lalu ialah untuk mendorong kebangkitan pertumbuhan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) ke depannya di Indonesia.

“Selain itu, sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan Ziswaf, Baznas akan menjadikan ‘Kampung Zakat’ yang telah diinisiasi Kementerian Agama tersebut sebagai program unggulan, dan sekarang masih dalam tahap proses evaluasi,” paparnya kepada sharianews.com, Senin (10/9/2018).

Sementara wilayah yang akan disasar pertama kali oleh Baznas dalam program ini adalah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia melanjutkan, alasan Lombok dijadikan daerah tujuan awal pendirian ‘Kampung Zakat’ ialah untuk membantu proses pemulihan pasca gempa di kawasan tersebut.

Jadi sarana pembelajaran

Di tempat yang berbeda, Ketua Umum Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) Hilman Latief mengungkapkan, rencana pendirian ‘Kampung Zakat’ atas inisiatif Kementerian Agama ini bisa menjadi sarana pembelajaran bagi semua lembaga Ziswaf yang ada di Indonesia.

Di antara pembelajaran yang didapat itu, menurutnya, ialah lembaga Ziswaf bisa mengukur kontribusinya dalam pengumpulan, distribusi maupun persebaran wilayah zakat, infak, sedekah serta wakaf  tersebut.

“Strategi pengembangan zakat yang telah diinisasi oleh pemerintah melalui Kementerian Agama ini, kami, di Lazismu, melihatnya positif. Di sisi yang lain, program tersebut juga bisa dijadikan media penataran bagi para lembaga terkait dengan berbasis maqashid tertentu, yakni memperluas jangkauan wilayah sirkulasi Ziswaf itu sendiri,”urainya.

Berikutnya, dengan komposisi rancangan yang ada di dalamnya, seperti program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan keterampilan, dan semacamnya melalui elaborasi dari dana Ziswaf, skema ‘Kampung Zakat’ bisa berlaku sebagai alat ukur untuk menghitung seberapa besar Ziswaf dapat berperan dalam mengentaskan persoalaan masyarakat.

“Misalnya, kemiskinan, mempermudah akses pendidikan kepada warga, dan masalah kesenjangan sosial lainnya yang sering dihadapi oleh penduduk-penduduk di daerah terpencil,”imbuhnya.

Program kesehatan

Untuk menyambut program ‘Kampung Zakat’, Hilman menuturkan, Lazismu telah berkoordinasi dengan pemerintah dan beberapa pihak terkait untuk menyiapkannya dengan membuat dan menjalankan strategi pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat yang dikembangkan dari dana Ziswaf di beberapa wilayah terpencil di Indonesia.

“Bersamaan dengan rencana pemerintah ini, kami menyambutnya dengan beberapa program yang bahkan telah kami implementasikan sejak tahun lalu, seperti di Maluku, Raja Ampat dan beberapa pulau di wilayah Indonesia lainnya, ” tambah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Selain itu, pihaknya juga berharap adanya program untuk pengembangan Ziswaf tersebut, Lazismu beserta lembaga Ziswaf lainnya dapat berperan aktif dalam menuntaskan problem umat Islam di Indonesia dan masyarakat luas pada umumnya.

“Selanjutnya, kami dan beberapa lembaga lainnya juga berkeinginan bisa menjadi contoh bahwa adanya institusi filantropi selama ini bisa memberikan dampak dan kontribusi bagi bangsa dan negara melalui pengembangan dana Ziswaf itu sendiri,” tutup Doktor lulusan Utrech University, Belanda, ini. (*)

 

Reporter: Emha S Ashor Editor: Ahmad Kholil