Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. rinjanipersada.com
Harga yang ditawarkan Rp 111 juta untuk tipe 50 dengan tiga kamar tidur. Harga yang ditawarkan tersebut, bisa lebih murah karena harga yang dipatok hanya bangunan fisik saja.

Sharianews.com, Jakarta ~ Bank Aset Wakaf (BAW) meluncurkan program wakaf produktif berupa pembangunan rumah untuk para wakif.

"Wakaf itu seperti negara, kalau ada aset tanah sekarang dibangun rusunawa, wakaf juga tidak berbeda dibangun di atas tanah wakaf," ucap Erie Sudewo, founder BAW ketika berbincang dengan Sharianews, Sabtu (16/3).

Menurut Erie, BAW berupaya mengagas manajemen properti sesuai syariat. Caranya dengan membangun perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, dengan konsep mengelola tanah wakaf.

"Kalau tanah wakaf mereka (pembeli) hanya membayar rumahnya saja, tanahnya tidak diperjualbelikan. Dibayar sesuai masa produktifnya," sambung Erie.

Erie yang juga kepala wali amanah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) menjelaskan, untuk membayar rumah tersebut, pembeli bisa mengangsur dengan emas.

"Kita minta untuk mengangsur dengan emas murni, artinya kalau kita menggunakan uang tunai nilainya bisa turun dan harus menggunakan bank, kalau emas ini menjadi saving kita karena suatu saat akan berdaya guna, dan sebagian akan kita kelola sebagai uang biasa," ungkap Erie.

Proyek pertama akan dibangun di Cianjur Jawa Barat dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan luas tanah wakaf empat hektar.

Rencananya di lahan tersebut akan dibangun 173 unit rumah, dan 27 bangunan komersil (pertokoan).

Harga yang ditawarkan Rp 111 juta untuk tipe 50 dengan tiga kamar tidur. Harga yang ditawarkan tersebut, bisa lebih murah karena harga yang dipatok hanya bangunan fisik saja.

Ditemui ditempat serupa, pihak developer yang menggawangi pemukiman wakaf tersebut, Bambang Ifnurudin Hidayat mengatakan, pada dasarnya manusia membutuhkan pemukiman, tempat tinggal, bukan tanah.

"Kalau mati baru butuh tanah 1x2, karena ini merubah konsep keadilan, dan mematahkan kerakusan, penginnya investasi, sudah punya investasi pengin lagi, akhirnya yang tidak punya uang tergusur terpinggirkan," ucap Owner Property Plus Indonesia tersebut.

Direktur BAW, Bobby Herwibowo menjelaskan syarat utama untuk pembelian rumah wakaf produktif tersebut ialah harus beragama Islam dan bertakwa. Alasannya, masih banyak umat Muslim yang jauh lebih susah dan sulit memiliki rumah.

“Syarat lainnya, harus mau belajar menghafal Alquran. Minimal satu hari satu ayat, karena itu syaratnya para wakif, para wakif itu mau buat pesantren, segala macem, jadi kalau ini dibuat dan akan diikuti oleh banyak tempat," Tutup Bobby.

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo