Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / Bappenas: Pemerintah Terus Sosialisasikan Industri Halal ke Generasi Milenial
FOTO | Dok. istimewa
Potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar, sehingga pemerintah terus melakukan sosialisasi ke generasi milenial yang terus berkembang.

Sharianews.com, Jakarta. Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, mengatakan pemerintah saat ini sedang berupaya mendorong industri halal.Hal ini karena industri halal dinilai mampu berkontribusi terhadap perekonomian, khususnya ekonomi syariah.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan, saat ini potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar, sehingga pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi terutama ke generasi milenial yang terus berkembang.

“Generasi milenial di negara muslim akan tumbuh menjadi sebanyak 4,7 miliar orang pada tahun 2030. Karenanya generasi milenial harus diinisiasi dan didorong dengan ketersediaan platform berbasis online di sektor industri ritel bisnis,”terangnya dalam acara International Indonesia Halal Lifestyle Conference di Jakarta Convention Center, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya, tren yang sedang berkembang saat ini, adalah adanya pergeseran industri bisnis ritel ke arah online. Karena itu, menurutnya, semua layanan model bisnis model lama atau dari sistem offline akan beralrih ke online. “Di sinilah generasi milenial akan dominasi peran ekonomi itu,"ujar Bambang.

Bambang juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi dan peluang gaya hidup halal untuk mendorong perekonomian syariah. Apalagi mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim. Di sisi lain, negara-negara lain juga sudah melihat betapa besarnya potensi dari industri halal ini.

Karenanya, menurutnya sangat penting bagi Indonesia segera mengoptimalkan pertumbuhan industri gaya hidup halal dengan memenfaatkan teknologi  untuk mempercepat aplikasi pengembangan proses industri sektor riil agar bisa lebih efisien.

Menurutnya ada banyak sektor bidang industri halal yang bisa digarap dan dikembangkan. Selain di sektor makanan dan fesyen, industri halal juga bisa bergerak di bidang pariwisata.

Sayangnya, khusus untuk sektor pariwisata berbasis syariah selama ini masih sangat minim. Padahal, mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim. Karenanya, pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan wisata syariah ini.

Lebih lanjut, Bambang menyatakan ada baiknya jika pertumbuhan industri halal ini bisa fokus ke pariwisata.“Ini tentu untuk bisa melayani berbagai macam konsumen atau wisata halal busana dan makanan, sehinga ini nantinya mampu menciptakan lapangan kerja, dan dapat menyejahterakan masyarakat setempat,"paparnya. 

Hal yang kurang lebih sama disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurutnya, populasi Indonesia yang mayoritas beragama islam menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong industri halal ke kancah global. Di samping itu, permintaan untuk industri halal tidak hanya datang dari negara dengan penduduk muslim tetapi juga bisa dari negara-negara lainnya.

"Ini tren bagaimana bisa membentuk model bisnis secara ekonomi dan keuangan. Ini sudah menjadi alternatif dari sistem atau sumber modal bisnis ekonomi dan keuangan lainnya. Banyak manfaat nggak hanya umat muslim saja tapi umat lain dan semua manusia di bumi,"jelas Perry.(*)

 

Ahmad Kholil