Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / Bantuan Pangan dan Medis Sangat Dibutuhkan Lombok
-
Masyarakat terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat ini sangat membutuhkan bantuan pangan dan medis. Itu yang kini menjadi fokus jangka pendek Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Masyarakat terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat ini sangat membutuhkan bantuan pangan dan medis. Itu yang kini menjadi fokus jangka pendek Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Sharianews.com, Jakarta. Director of Branch Network Manajement ACT, Awal Purnama mengatakan, ACT sekarang memang berkonsentrasi untuk mensuplai bahan-bahan pangan di semua posko yang didirikan, terutama yang minim bantuan.

“ACT punya delapan posko yang tersebar di Lombok Utara, Lombok Selatan, Lombok Barat serta daerah-daerah Lombok yang memang terkena dampak dari gempa, itu disiapkan,” terang Awal, di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Di Lombok Utara, tempat pertama terjadi gempa, ACT menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencapai titik gempa yang membutuhkan bantuan.

“Masuk ke Lombok Utara salah satunya lewat Kecamatan Sembalun, itu harus melalui kaki-kaki Gunung Rinjani dan jarak tempuhnya dari bandara selama tiga sampai empat jam,” ujar Awal.

Ia menambahkan, di kawasan Lombok Selatan, seperti daerah Pemenang, Tanjung dan Gangga, kondisinya cukup parah. Saat gempa kedua terjadi, bahkan sebagian besar rumah sudah rata dengan tanah.

“Jadi di sana posko-posko sudah disiapkan, lengkap dengan dapur umum, tim medis, dan ada trauma healing untuk mendampingi warga yang trauma,” paparnya.

Hingga saat ini, di Lombok masih mengkhawatirkan ada gempa susulan. Sebab seperti Kamis (9/8) lalu juga masih terjadi gempa susulan dengan guncangan cukup besar mencapai 6,2 skala richter.

Gempa susulan inilah, antara lain, yang menyebabkan masyarakat Lombok mengalami trauma, tegang, dan emosi. "Sehingga secara psikis juga sudah mulai terganggu," ujar Awal.

Seperti diberitakan sebelumnya, relawan ACT yang diterjunkan ke lokasi berjumlah 100 orang. Berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali serta Lombok. "Semua dikerahkan untuk membantu menangani kondisi di lapangan yang sangat memprihatinkan,” paparnya.

Penggalangan dana

Khusus untuk Lombok, total dana terhimpun melalui ACT berjumlah Rp 8 miliar. “Cash dan non-cash jumlahnya kurang lebih sebesar itu,” katanya.

Sebagian dari donasi tersebut disalurkan lewat program recovery. Program ini membutuh biaya yang besar. "Contohnya membangun 1000 pusat layanan bantuan. Satu pusat layanan harganya bisa mencapai Rp 18 juta, dikalikan 1000, totalnya Rp 18 miliar,” ujar Awal terkait dengan target ACT untuk program recovery. (*) 

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: Ahmad Kholil