Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Ziswaf / Bantu Perangi Literasi, DD Raih Penghargaan Dari Kemendikbud
Ini adalah hasil kerja keras tim program pendidikan SLI, PAUD, TBM, Gemari Baca, PKBM, dan sekolah tapal batas.

Sharianews.com, Makassar~ Guna memeringati Hari Aksara Internasional  yang jatuh pada tanggal Minggu 8 September 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ( Kemendikbud RI), memberikan penghargaan kepada Dompet Dhuafa atas atas kinerja program pendidikan literasi sekolah dan masyarakat baik formal dan nonformal di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulilah Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk yayasan yang peduli terhadap pendidikan PAUD dan pengembangan literasi di sekolah dan masyarakat," ucap Ahsin Aligory, Manajer Program Pendidikan Dompet Dhuafa dalam keterangannya, Minggu (8/8)

Ini adalah hasil kerja keras tim program pendidikan SLI, PAUD, TBM, Gemari Baca, PKBM, dan sekolah tapal batas, lanjut Ahsin, penghargaan diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Muhadjir Effendy) didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Nurdin Abdullah).

Dompet Dhuafa sebagai lembaga terus melakukan inovasi program-program literasi untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat. Tidak hanya literasi huruf, tetapi juga literasi angka, literasi keuangan, dan literasi digital. Tugas lembaga saling bekerjas membantu berkontribusi untuk memerangi ileterasi yang angkanya masih besar sekitar 1.93 persen jumlah penduduk indonesia.

Acara yang di berlangsung dari tanggal 5-8 sept 2019 di Makassar. Pihak kementerian sudah melakukan survey terhadap yayasan-yayasan yang fokus pada pendidikan. Hasil akhirnya, Dompet Dhuafa menjadi yayasan yang terus peduli terhadap program pendidikan PAUD dan literasi sekolah serta masyarakat. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut  dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap kepala sekolah dalam suatu wilayah.

Program Sekolah Literasi Indonesia diadakan secara terstruktur dan berkala serta memiliki kesinambungan dalam implementasi secara praktis di lapangan.

Program SLI juga mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar, sehingga diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi siswa dan guru. Selain itu, Program pemberdayaan masyarakat juga sangat dibutuhkan guna menunjang kebutuhan literasi di masyarakat melalui optimasi peran TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang berada di wilayah program. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo