Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Ziswaf / Bantu Pengungsi, Baznas Kirim Logistik ke Wamena
Tim berhasil masuk ke Wamena sejak Kamis (3/10), dan memberikan layanan mulai dari makanan dan minuman, layanan kesehatan, psikososial dan berbagai kebutuhan dasar pengungsi.

Sharianews.com, WamenaBadan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak krisis kemanusiaan di Wamena, Papua.

Tim berhasil masuk ke Wamena sejak Kamis (3/10), dan memberikan layanan mulai dari makanan dan minuman, layanan kesehatan, psikososial dan berbagai kebutuhan dasar pengungsi.

Komandan Lapangan Baznas Tanggap Bencana (BTB), Taufik Hidayat mengatakan, BTB mengirimkan 2,345 ton bantuan ke Wamena menggunakan pesawat Hercules TNI. Bantuan yang dikirim berupa bahan makanan seperti beras, susu, minyak goreng, mie instan, gula dan berbagai jenis makanan ringan. Selain itu juga perlengkapan mandi, perlengkapan bayi dan wanita.

"Personil Baznas Tanggap Bencana yang telah berada di Wamena ikut melakukan penjemputan pengungsi dari Kabupaten Mulia dan memetakan pos-pos pengungsian," katanya dalam keterangam tertulis, Selasa (8/10).

Kantor Baznas Kabupaten Jaya Wijaya saat ini menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak krisis yang kehilangan rumah maupun bagi warga yang masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Bersama Baznas Kabupaten Jaya Wijaya dan Lembaga Amil Zakat juga mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi agar mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak dari lokasi pengungsian saat ini.

"Kami juga membantu warga membersihkan lokasi pengungsian serta lingkungan sekolah dari puing-puing bangunan dan pecahan kaca agar dapat digunakan sementara," katanya.

Selain di Wamena, Tim BTB juga melanjutkan layanan di kota-kota yang menjadi lokasi pengungsian warga, seperti di Jayapura dan Timika. Baznas mendirikan dapur umum di Pangkalan Udara Silas Papare untuk memastikan kebutuhan logistik pengungsi tercukupi. Layanan kesehatan juga terus diberikan.(*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo