Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Ekbis / Bank Wakaf Mikro Solusi Atasi Pinjol Ilegal
Foto dok. Pexels
Bank Wakaf Mikro dinilai bisa menjadi alternatif bagi masyarakat dalam melakukan pinjaman dana.

Sharianews.com, Jakarta - Pinjaman online (pinjol) illegal kian hari kian meresahkan. Sebagai upaya mengantisipasi itu, Bank Wakaf Mikro dinilai bisa menjadi alternatif bagi masyarakat dalam melakukan pinjaman dana.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal Sholahuddin Al Aiyub mengatakan pemerintah harus hadir guna menutup celah pinjol ilegal yang semakin menjamur karena meningkatkan kebutuhan dana di masyarakat di tengah Covid 19.

“Penting untuk mendorong pemerintah menyediakan lembaga keuangan yang bisa menjangkau masyarakat lapisan paling bawah. Mereka umumnya tidak punya akses ke lembaga keuangan karena tidak bankable. Bank Wakaf Mikro yang sejatinya didesain untuk memenuhi kebutuhan mereka, masih sangat sedikit, sehingga perlu diperbanyak lagi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Fenomena pinjol ini meskipun bisa dikurangi namun tidak bisa dihindari. Sebab, tingkat permintaan terhadap pinjol sangat besar. Jika dilihat, untuk 2016 saja, ada 132 juta orang Indonesia yang belum memiliki akses pembiayaan/kredit.

Total kebutuhan pembiayaan UMKM nasional sebesar Rp1.650 triliun. Industri keuangan tradisional hanya menopang Rp660 triliun per tahun, sehingga ada gab Rp990 triliun yang masih belum terlayani. Setelah pandemi Covid-19, diprediksi nilai kebutuhan ini akan meningkat.

Peningkatan itu, ujar dia, bila tidak diantisipasi dengan penyediaan Bank Wakaf Mikro, maka akan terserap oleh pinjol ilegal. Terlebih, pinjol menawarkan berbagai kemudahan akses yang bisa melenakan peminjam.

Padahal di belakangnya kerap muncul berbagai permasalahan yang memberatkan kedua belah pihak. Dari sisi pemberi pinjaman kehilangan uang karena kredit macet. Sementara dari sisi peminjam, kerap mendapatkan intimidasi yang mengerikan bila gagal bayar.

Bank Wakaf Mikro sejatinya sudah dicetuskan pertama kali pada 2017 oleh Presiden Joko Widodo bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Wakaf Mikro termasuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang fokus pada masyarakat kecil. OJK dalam hal ini bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pesantren.

Bank Wakaf Mikro menerima dana sekitar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar dari donatur. Donatur berasal dari semua kalangan maupun perusahaan dengan nilai Rp1 juta per orang. Total dana yang diterima BWM tersebut hanya sebagian yang diserahkan untuk pembiayaan. Sisanya diletakkan sebagai deposito pada Bank Syariah.

Tentunya, OJK akan mengawal dan mendampingi proses berjalannya Bank Wakaf Mikro. Pendampingan ini untuk menjaga sehingga pinjaman benar-benar tepat sasaran.

Rep. Aldiansyah Nurrahman