Sabtu, 7 Desember 2019
10 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / Bank Syariah Sulit Mengejar Bank Konvensional Secara Organik
FOTO I Dok. nu online
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al Azhar Indonesia Kuncoro Hadi mengatakan, jarak yang jauh tersebut, bila berharap bank syariah berkembang secara organik tentu sulit mengejar bank konvensional.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perbankan syariah bila dibandingkan dengan bank konvensional masih tertinggal jauh. Dari sisi aset misalnya, bila bank konvensional asetnya naik lima persen saja sudah sangat besar, sementara bank syariah meski tumbuh 20 persen masih belum tentu bisa mengejar.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al Azhar Indonesia Kuncoro Hadi mengatakan, jarak yang jauh tersebut, bila berharap bank syariah berkembang secara organik tentu sulit mengejar bank konvensional.

“Harus ada kebijakan besar dari pemerintah khususnya untuk mengkonversi bank besar bank nasional besar menjadi bank syariah,” jelas Kuncoro saat ditemui Sharianews.com.

Hadi memaparkan, dengan konversi tersebut dapat memberikan beberapa manfaat. Pertama, meningkatkan aset dari perbankan syariah. Kedua, meningkatkan kepercayaan dunia terhadap perbankan syariah di Indonesia. Ketiga, menigkatkan peluang bisnis yang lebih besar.  

“Bila asetnya besar, bank syariah bisa meng-grab bisnis yang besar dan cepat juga pertumbuhannya. Caranya dengan mengkonversi salah satu bank nasional milik pemerintah menjadai bank nasional syariah milik pemerintah atau negara,” tutur Hadi.

Begitu dikonversi, bank syariah nasional akan menyerap Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup banyak. Sebagai informasi, Berdasarkan data statistik perbankan syariah yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terakhir, yakni pada Maret 2019, Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) secara aset mengalami peningkatan.

Total jumlah aset yang dihasilkan BUS dan UUS pada Maret 2019 ini mampu menyentuh angka Rp479,81triliun, meningkat dari semula Rp428,20triliun year on year. (*)

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo