Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Bank Syariah Indonesia Dorong Laju Perbankan Syariah 2021
Foto dok. Pixabay/Pexels
Industri perbankan syariah akan berperan dominan

Sharianews.com, Jakarta – Perkembangan ekonomi syariah sepanjang 2021 diprediksi masih tumbuh positif dan industri perbankan syariah akan berperan dominan, didukung kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk., entitas hasil penggabungan (merger) tiga bank syariah milik negara.

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Jaenal Effendi menjelaskan, industri perbankan syariah akan berperan dominan dalam perkembangan ekonomi syariah karena sektor ini telah mencatat pertumbuhan yang baik pada 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2020 nilai aset industri perbankan syariah dapat tumbuh hingga 9,22 persen secara tahunan year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset perbankan konvensional sebesar 4,89 persen yoy.

“Bank syariah hasil merger akan bergerak bersama dengan bank-bank syariah lainnya serta berkolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, perusahaan sekuritas, manajer investasi, perusahaan fintech serta lembaga pengelola dana Ziswaf (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) untuk melayani kebutuhan para pelaku usaha di industri halal atau industri lainnya,” ujar Jaenal, Kamis (14/01).

Dengan demikian, lanjut Jaenal, ekosistem ekonomi syariah akan terbentuk dengan baik dan berkelanjutan dan diharapkan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Selain didukung keberadaan bank syariah hasil merger, ekonomi syariah juga berpotensi tumbuh pesat apabila potensi besar keuangan sosial atau Ziswaf (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) bisa dimanfaatkan sepanjang tahun.

Menurut Jaenal, saat ini Indonesia memiliki potensi zakat nasional hingga Rp217 triliun, dan Rp233 triliun potensi wakaf produktif. Triliunan potensi ZISWAF ini bisa bermanfaat apabila dimaksimalkan pengumpulan dan distribusinya bagi masyarakat yang berhak.

“Ziswaf melalui mekanisme perlindungan sosialnya dalam melindungi kaum yang lemah mampu membantu dalam mengatasi ancaman krisis di tengah pandemi Covid-19. Hal ini juga diperkuat dengan status kedermawanan masyarakat Indonesia, dimana Indonesia juga berhasil menjadi negara paling derwaman dalam World Giving Index. Selain itu, dengan adanya vaksin covid-19 ini diharapkan pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan baik sehingga diharapkan  ekonomi dan syariah dapat terus tumbuh positif,” paparnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman