Rabu, 21 Agustus 2019
20 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / Bank Syariah Harusnya Lebih Besar Dibanding Bank Konvensional
FOTO I Dok. infoperbankan.com
Skema akad-akad yang ada di bank syariah sudah jelas, salurannya sudah ada. Jadi lebih mudah untuk memprediksi, dibandingkan yang ada di bank konvensional.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perbankan syariah seharusnya bisa lebih besar dibandingkan dengan bank konvensional di Indonesia. Bank syariah memiliki keunggulan dibandingkan bank konvensional.

Demikian hal itu disampaikan Direktur Mega Syariah Yuwono Waluyo. Ia mengatakan di sektor ekonomi dan beberapa hal yang lain, bila mengikuti skema syariah lebih suistain.

Treatment-nya dengan akad-akad yang ada di syariah. Itu sebenarnya menguntungkan dan itu tidak hanya menguntungkan ke sisi kita sebagai kreditur atau sebaliknya, tapi juga secara ekonominya pun itu harusnya membuat Indonesia menjadi lebih kuat dengan konsep-konsep syariah itu,” jelasnya menegaskan, saat ditemui Sharianews.com, di Menara Mega Syariah, Jakarta, Kamis (7/12).

Skema akad-akad yang ada di bank syariah sudah jelas, salurannya sudah ada. Jadi lebih mudah untuk memprediksi, dibandingkan yang ada di bank konvensional.

Menurutnya, bila memandang dari sisi tersebut, dengan konsep-konsep syariah pertumbuhan ekonomi bisa jauh lebih terukur.kalau kita melihatnya dari sisi itu ya, itu melihatnya dengan konsep-konsep syariah bisa jauh lebih pertumbuhan ekonomi masih bisa lebih diukurnya juga lebih fix, gitu.

“Kemudian, sustainability juga lebih dijaga, jika semuanya bisa mengikuti akad-akad yang ada di syariah seperti musyarakah dan lainnya,” sambung Yuwono.

Selain itu, ia menambahkan, perlu juga pemikiran out of the box dari para pelaku syariah untuk mengembangkan bank syariah.

Salah satu hal penyebab sulitnya bank syariah berkembang untuk saat ini adalah pemikiran dari para pelaku bank syariah yang kerap merasa cukup, akhirnya membuat mereka tidak bergairah.

“Kadang-kadang pelaku syariah berpikirnya ‘ya sudah segini, ya sudah cukup, kan rejeki dari Alllah’. Padahal menurut saya tidak seperti itu, rezeki memang dari Allah, tapi tetap kita harus perjuangkan. Jika tidak, diambil yang lain. Ada kompetisi di sini,” pungkas Yuwono. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo