Selasa, 21 Mei 2019
17 Ramadan 1440 H
Home / Artikel / Bank Syariah Hanya Beda Istilah...?
FOTO | Dok. istimewa
Ada anggapan di sementara kalangan bahwa bank syariah dan bank konvensional hanya beda istilah saja. Benarkah demikian? Baca artikel berikut, lihat dan buktikan perbedaan istilah di antara keduanya.

Sharianews.com. Ada kritikan bahwa Bank Syariah dan Bank Konvensional itu sama saja. Lembaga Keuangan Syariah dan Lembaga Keuangan Konvensional itu cuma beda istilah, cuma ganti dari istilah dalam Bahasa Indonesia menjadi istilah dalam Bahasa Arab. Kritikan ini muncul dari banyak pihak, termasuk para Ustadz.

Jika dicermati lebih mendalam, sebenarnya kritikan ini merupakan fenomena yang sangat menarik. Ada rumus yang bisa kita peroleh dari kritikan tersebut. Kita bersyukur kritikan tersebut muncul. Mari kita buktikan logika dan analoginya.

Nama saya Ahmad Ifham Sholihin, diganti menjadi Ahmad Dajjal Sholihin, pasti saya tidak mau, padahal cuma beda istilah saja. Nama Anda diganti Dajjal atau Syaithon atau Fir’aun, pasti Anda tidak mau. Padahal cuma beda istilah saja.

Anda menikah, dikasih buku zina, bukan buku nikah, pasti Anda tidak mau. Padahal cuma beda istilah saja. Zina dan nikah itu rukun dan syarat yang harus dipenuhi sangat berbeda, alurnya berbeda, konsekuensinya berbeda, risikonya berbeda, hukumnya berbeda. Padahal cuma beda istilah saja.

Orang legal, sarjana hukum, sarjana hukum ekonomi syariah, sarjana syariah, lawyer, notaris, advokat dan profesi hukum sejenisnya akan menganggap serius atas perbedaan titik koma pada kontrak legal, karena dampaknya bisa sangat signifikan bagi sebuah kontrak, apalagi beda istilah. Alurnya bisa beda, maknanya bisa beda, risikonya bisa beda, hukumnya bisa beda. Padahal cuma beda istilah saja.

Beda istilah beda konsekuensi

Jika istilah dianggap tidak urgen dan penting, maka sudah layak fakultas hukum dibubarkan, fakultas syariah dihentikan, profesi seperti notaris, lawyer, jaksa, penegak hukum dan sejenisnya, bisa ditiadakan dari muka bumi. Jadi, jangan sepelekan istilah.

Alquran, Hadits dan dalil lainnya terdiri dari istilah-istilah dan susunan tata istilah. Setiap tata istilahnya sangat berdampak pada maknanya. Ajaran Islam pun terdiri dari istilah-istilah. Jika istilah dianggap tidak urgen dan penting, maka Alquran, Hadits, dalil, dan bahkan sampai Syariat Islam itu layak ditiadakan. Jadi, jangan sepelekan istilah.

Coba perhatikan juga istilah yang digunakan oleh Lembaga Keuangan Konvensional dan Lembaga Keuangan Syariah. Jika keduanya punya kontrak legal yang sama, bilanglah sama saja. Jika keduanya punya kontrak legal yang berbeda, cegahlah dengan bibir Anda untuk menyebut bahwa keduanya sama saja.

Mari kita buktikan perbedaan istilah di antara keduanya. Lembaga Keuangan Konvensional menyebut transaksi Kreditnya dengan istilah Kredit (bersyarat bunga bagi si pemberi kredit), bahasa Arabnya adalah Qardh bi Syarthi Jarri Naf’in li Muqridh. Sedangkan transaksi pembiayaan di Lembaga Keuangan Syariah ada banyak jenis, contohnya adalah jual beli tegaskan untung, bahasa Arabnya adalah Murabahah.

Coba perhatikan contoh tersebut. Perhatikan istilah Indonesia dan Arabnya. Transaksi di Bank Konvensional dengan di Bank Syariah, memiliki istilah dalam Bahasa Indonesia yang berbeda, dan memiliki istilah dalam Bahasa Arab yang berbeda pula. Dengan demikian sangat valid dikatakan bahwa keduanya merupakan hal yang sangat berbeda. Beda istilah, beda arti, beda makna, beda alur, beda risiko, serta beda konsekuensi hukumnya.

Hati-hati juga jika ingin menyatakan bahwa Bank Syariah dan Bank Konvensional itu sama saja. Hati-hati jika ingin menyatakan bahwa jual beli yang sah adalah riba. Ibnu Katsir menyebut perilaku tersebut dengan perilaku musyrik. Lihat Tafsir Ibnu Katsir atas Surat Al Baqarah Ayat 275.

Akhirnya, mari berhati-hati untuk membuat tuduhan Bank Syariah dan Bank Konvensional itu sama saja. Selain berisiko melakukan perilaku musyrik, kita harus mengingat sebuah hadits bahwa mengabarkan hal yang tidak akurat adalah ciri utama munafik. Tuduhan tak akurat menyebabkan penuduhnya valid disebut munafiq.

Kalau Anda menuduh Bank Syariah dan Bank Konvensional cuma beda istilah, itu tuduhan benar. Istilah adalah alasan adanya Syariat Islam. Istilah adalah hal pertama yang diajarkan Allah kepada Nabi Adam as saat diturunkan ke muka bumi. Anda pun pasti tidak mau disebut Dajjal, padahal cuma beda istilah. Jadi, jangan sekali-kali sepelekan istilah.

Andai saja Anda tetap bersikeras bahwa Bank Syariah dan Bank Konvensional itu sama saja, cuma beda istilah, kenapa Bank Konvensional tidak mau mengganti skemanya, padahal katanya cuma beda istilah?

Jawabannya sederhana, oleh karena Bank Konvensional tidak berani berjanji secara legal formal untuk tidak pesta Riba, tidak membiayai bisnis haram. Wallahu a’lam.

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin