Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Bank Jateng Syariah akan Fokus ke Pembiayaan Pertanian
FOTO | Dok. sehatalami.co
Peduli pada sektor pertanian, Bank Jateng Syariah, akan berupaya fokus ikut menciptakan dan menggerakan petani muda.

Sharianews.com, Jakarta. Sebagai bentuk permberdayaan keumatan, Bank Jateng Syariah akan menaruh fokus ke segmen pembiayaan pertanian. Sementara, sampai saat ini masih berfokus pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepala Seksi Analis Pembiayaan Syariah Bank Jateng Syariah, Aris Pandan Setiawan mengungkapkan beberapa lembaga keuangan agak khawatir atau sedikit sekali yang masik ke sektor pertanian.

Dalam pandangannya, Aris mengatakan pertanian itu lahannya sekarang ini, semakin hari, semakin kecil dan menyempit. Disebabkan banyaknya gedung-gedung baru, banyaknya tempat yang sebelumnya lahan hijau menjadi lahan yang kering.

Menurutnya, pertanian sendiri kondisinya saat ini dari segi usia, rata-rata petaninya berusia 50 tahun. Namun, regenerasinya anak-anak dari petani itu malah kebanyakan tidak melanjutkan usaha yang dirintis oleh orangtuanya menjadi petani.

“Sehingga kami ini sepakat nanti fokus tambahannya adalah bagaimana menciptakan dan menggerakan petani muda,” jelas Aris, di Jakarta, Rabu (11/30/2018).

Demi mendukung tujuan itu, Bank Jateng Syariah telah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga, seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), perorangan petani langsung, maupun dari lemaga pembiayaan koperasi

“Kami membiayai pembiayaan untuk para petani mulai dari saprotan (sarana produksi pertanian). Jadi kebanyakan petani itu kesulitan akses keuangan permodalan karena tidak punya jaminan dan takut masuk ke bank. Mereka diberikan pembiayaan untuk membeli produk-produk pertanian, contohnya benih, pupuk maupun saprotan yang lain,” ungkap Aris.

Pupuk, benih dan segala macamnya itu, juga sudah disiapkan, bekerjasama dengan pihak ketiga. Lalu, ketika calon petani itu mengajukan pembiayaan, mereka tidak perlu datang ke bank juga tidak masalah, Bank Jateng Syariah akan datang ke sana.

Kemudian, petani itu akan menerima sarana produksinya, mereka akan menanam dan akan diberilkan pendampingan. Pendamingan yang Bank Jateng Syariah lakukan adalah pendampingan secara mingguan.

Kebanyakan para petani itu sendiri, disampaika Aris,  mereka membutuhkan pendamping, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal

“Kalau rata-rata petani itu 1 per hektar, itu bisa menghasilkan 5,5 ton rata-rata, tetapi dengan pendampingan yang sudah kami lakukan itu bisa sampai 7-8 ton per hektar. Sehingga secara kuntitas dan kualitas nanti hasil panennya juga akan naik, karena adanya pendampingan,” papar Aris.

Segi pemasaran juga diperhatikan oleh Bank Jateng Syariah. Nantinya petani itu juga tidak perlu takut bagaimana pemasarannya.

“Ketika panen, kami sudah siapkan kerjasama off taker, yaitu pembeli yang sudah siap membeli hasi dari petani-petani tersebut. Kebanyakn petani itu bingung mau menjualnya ke mana, jadi kami sudah ada off taker yang siap membeli hasil pertanian itu,” ujarn Aris.

Aris menambahkan, jadi sebelum nanti petani menanam sudah dapat pembiayaan, ketika menanam mereka dapat pendampingan. Lalu ketika mereka itu panen, mereka sudah siap siapa pembelinya. “Sehinnga dari hulu sampai hilir ada semacam cycle yang sudah siap diintegrasikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo