Minggu, 8 Desember 2019
11 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / Bank Indonesia Sempurnakan Giro Wajib Minimum Rupiah
FOTO I Dok. beritauang.com
“Perubahan Kedua Atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 20/10/PADG/2018 Tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah".

Sharianews.com, Jakarta ~ Sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bulan Juni 2019, Bank Indonesia menyempurnakan ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah.

Ketentuan tersebut tertuang melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/14/PADG/2019 tanggal 26 Juni 2019 tentang “Perubahan Kedua Atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 20/10/PADG/2018 Tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah". Ketentuan ini mulai berlaku sejak 1 Juli 2019.

Dalam RDG Bulanan Bulan Juni 2019, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan GWM Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 6,0 persen dan 4,5 persen dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0 persen.

“Kebijakan tersebut ditempuh dalam rangka menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam pembiayaan ekonomi sebagai bagian dari keberlanjutan kebijakan Bank Indonesa guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas Bank Indonesia, dalam laman resminya (28/6).

Sebagai informasi, GWM adalah dana atau simpanan minimum yang harus dipelihara oleh bank dalam bentuk saldo rekening giro yang ditempatkan di Bank Indonesia. Besaran GWM ditetapkan oleh bank sentral berdasarkan persentase dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan.

Sejatinya, GWM adalah instrumen moneter atau makroprudensial untuk mengatur uang beredar di masyarakat yang secara langsung berpengaruh terhadap indeks inflasi. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo