Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Bank Hasil Merger Diharapkan Fokus Memenuhi Kebutuhan Sektor Riil Industri Halal
Foto dok. Pexels
Ada momentum sektor riil halal yang sudah kuat saat ini. Selain itu, ada momentum sektor keuangan syariah yang akan kuat pasca merger.

Sharianews.com, Jakarta - Tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRISyariah), PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah), dan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersiap melakukan peleburan atau merger.

Peneliti Ekonomi Syariah dari Centre of Islamic Banking, Economics, and Finance (CIBEF) Fauziah Rizki Yuniarti berharap bank syariah hasil merger itu nantinya harus memiliki fokus memenuhi kebutuhan sektor riil industri halal di Indonesia.

Pertimbangannya, karena ada momentum sektor riil halal yang sudah kuat saat ini. Selain itu, ada momentum sektor keuangan syariah yang akan kuat pasca merger.

“Harus dimanfaatkan dengan maksimal kedua hal ini. Fokus untuk addressing kebutuhan sektor halal riil harus masuk ke Rencana Bisnis Merger Bank Syariah BUMN,” jelasnya menegaskan, di Jakarta, Selasa (24/11).

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno berharap kekuatan besar bank syariah hasil penggabungan usaha bisa meningkatkan daya hidup (survival value) bank syariah sebagai model bisnis keuangan di Indonesia.

“Indonesia seyogyanya dapat mempertontonkan vitalitas model bisnis bank syariah. Harus ada indikator kinerja jelas, yang menunjukkan bahwa sebagai model bisnis, bank syariah mampu melayani masyarakat lebih baik, efisien, dan fungsional,” tutur Hendrawan.

Dia menegaskan, dalam konteks Indonesia, seharusnya hal ini memberi lahan subur bagi pertumbuhan model bisnis syariah. “Kultur masyarakat kita yang akomodatif dan adaptif membuka ruang eksperimen model-model bisnis yang bervariasi,” ucapnya.

Sebagai informasi, bank hasil merger akan memiliki modal dan aset yang kuat dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, maupun produk dan layanan keuangan untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing untuk mencapai visi “Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan”.

Total aset dari bank hasil penggabungan akan mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Dengan demikian bank ini akan masuk ke dalam TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar. Bank hasil penggabungan juga akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRISyariah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman