Rabu, 24 Juli 2019
22 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / Bank BUMN Syariah Besar Sedang Dikaji KNKS
FOTO I dok. Merdeka. Com
“Jangan sampai bank kita itu tidak ada yang mampu jadi bank besar dengan masuk 10 besar dunia,” jelas Ma’aruf

Sharianews.com, Jakarta ~ Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Ma'ruf Amin berharap pembentukan bank BUMN Syariah berskala besar yang sedang dikaji Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mampu menjadi bank besar dengan masuk 10 besar dunia.

Ma’ruf mengatakan adanya upaya supaya bank-bank syariah itu menjadi bank besar. “Jangan sampai bank kita itu tidak ada yang mampu jadi bank besar dengan masuk 10 besar dunia,” jelas Ma’aruf, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/2).

Mengenai skema pembentukan bank BUMN Syariah yang sedang digodok KNKS tersebut, Ma’ruf meminta masyarakat bersabar dan memakluminya, karena jajaran manajemen KNKS baru terbentuk yakni direktur eksekutif dan direksi-direksi lainnya.

“KNKS sedang merumuskan. Jadi tentang penggabungan itu, kita tunggu saja bentuknya seperti apa, hasilnya seperti apa” ujar Ma’ruf.

Dengan pembentukan bank BUMN syariah, menurutnya, itu sebagai upaya untuk memiliki bank syariah besar yang bisa menangani proyek yang tidak hanya kecil dan sedang, tetapi juga proyek-proyek yang besar.

“Bank itu bisa menangani proyek-proyek tidak hanya kecil-kecil saja, atau yang sedang-sedang saja, tapi juga yang besar pun bisa, ini tentu yang akan dibuat,” tegas Maaruf.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjelaskan beberapa arahan terkait tugas Manajemen Eksekutif KNKS, yakni memastikan pelaksanaan quick wins sektor keuangan syariah. Salah satu quick wins sektor keuangan syariah itu adalah pembentukan bank BUMN syariah skala besar (4/1).

Selain pembentukan bank BUMN syariah skala besar, quick wins sektor keuangan syariah juga berisi tentang meningkatkan pertumbuhan efek syariah dan penerbitan sukuk daerah, perluasan lembaga keuangan mikro dengan branding 'Bank Wakaf Mikro, reformasi zakat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, sensus tanah wakaf, serta pemberdayaan dana haji. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo