Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Bank Belum Tentu Adopsi FTV/LTV
Meskipun KPR diberi kelonggaran DP hingga nol persen, tapi tidak semua bank mau mengadopsinya.

Sharianews.com, Jakarta. Bank Indonesia, melalui peraturan Financing to Value (FTV) dan Loan ro Value (LTV) memberi kebebasan kepada perbankan untuk mengatur rasio FTV/LTV kredit properti dan pembiayaan properti fasilitas rumah pertama untuk semua tipe.

FTV/LTV sendiri berhubungan dengan rasio pinjaman yang diterima debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, sehingga mempengaruhi uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayar konsumen. Semakin longgar atau besar rasio FTV/LTV, semakin kecil DP yang disediakan konsumen, sehingga bisa meningkatkan daya beli.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan, itu merupakan hal yang positif. Pasar jadi terbuka lebar. Namun, baik bank konvensional maupun bank syariah, belum tentu mau mengadposinya. Bank akan tetap mempertimbangkan faktor resiko, meskipun fasilitas KPR diberi kelonggaran bahkan dengan DP nol persen sekalipun.

Saat ini, aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) sudah diturunkan, tetap ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

“Kita lihat profil risikonya dari setiap segmen, jadi belum tentu diikuti. Tetapi, dengan adanya kelonggaran ini, berarti market bank akan semakin luas,” jelas Pandji, di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Panji mengakui, Bank CIMB Niaga Syariah sendiri, belum mengaplikasikannya. “Artinya kita masih tetap ada porsi dari pemiliknya sendiri,” katanya menegaskan.

BI menerbitkan penyempurnaan ketentuan LTV melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/8/PBI/2018 tentang Rasio LTV untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Kebijakan LTV/FTV Bank lndonesia, merupakan bagian dari bauran kebijakan yang ditujukan untuk mendorong perekonomian, melalui pertumbuhan kredit properti secara nasional. Kredit properti sendiri, saat ini masih memiliki potensi akselerasi. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo