Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ziswaf / Bangun Gerakan Sejuta Wakif, Dompet Dhuafa Luncurkan WakeUp! Wakaf
Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare.

Sharianews.com, JakartaWakaf masih dipandang sebagai sebuah ibadah yang identik dengan 3M (makam, masjid, madrasah). Kurangnya literasi masyarakat terkait wakaf, menyebabkan potensi wakaf kurang berkembang. Padahal, potensi wakaf di Indonesia sangat besar dan bisa menjadi alat untuk pemerataan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare.

Sementara potensi wakaf uang bisa menembus kisaran Rp188triliun per tahun. Padahal saat ini potensi wakaf yang terealisasi baru Rp400miliar. Di sisi lain, aset wakaf berupa tanah sebanyak 337 bidang masih belum bersertifikat dan baru 168 bidang tanah yang sudah bersertifikat. Data Kementerian Agama menyebutkan, jumlah tanah wakaf mencapai 161.579 hektare dengan luas aset wakaf yang tersebar di 366.595 lokasi.

Chief Communication Officer Dompet Dhuafa, Guntur Subagja menjelaskan fakta tersebut sejalan dengan pandangan masyarakat terhadap wakaf.

"Yang cenderung menyalurkan wakaf melalui aset tidak bergerak (wakaf sosial). Padahal wakaf produktif atau wakaf uang sangat memiliki peran bukan hanya kebermanfaatan bagi masyarakat, melainkan juga mengembangkan surplus investasi wakaf," ujarnya dalam diskusi publik Dompet Dhuafa di Jakarta, Kamis (26/9)

Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang wakaf, serta masih rendahnya pertumbuhan entrepreneur yang dapat membantu dalam pengembangan wakaf produktif.

Sebagai Lembaga Filantropi Islam yang telah berdiri selama 26 tahun, dan bagian dari ekosistem ekonomi syariah, Dompet Dhuafa telah mengembangkan program berbasis wakaf produktif. Di antaranya, RS Rumah Sehat Terpadu Parung, Bogor, yang telah melayani lebih dari 15 ribu duafa per bulan. Dompet Dhuafa juga mengembangkan Kampung Agroindustri di Kebun Indonesia Berdaya, Subang, Jawa Barat. Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa turut mengembangkan wakaf produktif di Sekolah SMART Ekselensia Parung dan Cibinong, serta Pesantren Hafidz Village yang akan dibangun di Lido, Jawa Barat.

Selain itu, dalam bidang ekonomi, Dompet Dhuafa juga melakukan pengembangan Sentra Ternak, Perikanan, Kampung Wisata, dan Pemberdayaan Ekonomi lainnya yang memberikan dampak sosial luas, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

Memasuki era revolusi industri 4.0, lebih lanjut dikatakan Guntur, sudah semestinya wakaf produktif menjadi sebuah gerakan yang mampu membuat masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya wakaf dalam percepatan pertumbuhan ekonomi, dengan menargetkan sejuta wakif untuk mendorong pertumbuhan aset wakaf produktif.

"Oleh karena itu Dompet Dhuafa menginisiasi Gerakan “WakeUp! Wakaf” yang menjadi sebuah momentum bulan wakaf yang berlangsung pada bulan September hingga November," imbuhnya.

Dengan gerakan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mendukung melalui kemudahan wakaf digital, yakni melalui tabungwakaf.com. Dengan layanan digital, Dompet Dhuafa memudahkan kalangan milenial yang saat ini mendominasi pertumbuhan penduduk dan menjadi penopang ekonomi Indonesia.(*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo