Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Bambang Brodjonegor Tengah
"Indonesia harus menjadi mega player dalam halal food di dunia dan itu sangat memungkinkan," kata Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Sharianews.com, Jakarta ~ Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan untuk mengembangkan industri halal di Indonesia, diperlukan strategi yang berfokus pada salah satu sektor usaha sebagai produk unggulan. Menurut analisisnya, sektor yang pantas menjadi produk unggulan adalah makanan halal.

Bambang kemudian mencontohkan, Thailand memiliki moto, ‘we want to be kitchen of the world’ yang berarti, Thailand memiliki visi unggul di sektor bisnis makanan. Berkaca dari Thailand, menurutnya Indonesia juga bisa berpikir seperti halnya Thailand, bagaimana mendorong makanan halal Indonesia menjadi pusat makanan halal dunia, misalnya  dengan mengembangkan moto, ‘Indonesia is the center of halal kitchen in the world’.

"Indonesia memiliki kesempatan untuk itu dalam hal makanan halal, jangan sampai ‘halal kitchen’ diambil oleh Thailand. Saat ini Negara Gajah Putih itu sudah berpikir menjadikan makanan halal juga sebagai sasarannya,"ujarnya saat menjadi pembicara di acara Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bertajuk, Halal Value Chain, di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Alasan Bambang memilih makanan halal untuk didorong menjadi sektor unggulan di Indonesia bukan tanpa alasan. Pasalnya, bila melihat performa industri manufaktur Indonesia, dari semua manufaktur yang terbaik dan jauh mengungguli yang lain adalah pengolahan makanan dan minuman.

Menurutnya, terlepas dari halal atau tidaknya, produksi makanan dan minuman Indonesia adalah produk manufaktur terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Makanan dan minuman menurutnya memiliki kontribusi dan nilai tambah yang tinggi. Selain itu, juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi. "Serta yang penting, menjadi salah satu komoditas ekspor yang paling baik, sehingga menolong stabilitas makro," ujar Bambang.

Makanan menjadi Keunggulan Kompetitif Indonesia

Karena itu menurut Bambang, Indonesia sudah sebenarnya sudah memiliki keungulan komparatif dan kompetitif di sektor makanan, sehingga tidak ada salahnya produk makanan yang sudah unggul tersebut, diperkuat menjadi produk makanan halal yang juga berdaya saing secara internasional. “Artinya kita punya fokus, Indonesia harus jadi mega player dalam halal food di dunia dan itu sangat memungkinkan,” tandas Bambang.

Bambang melanjutkan, belajar dari produk makanan mie instan, sekarang mie instan Indonesia seperti Mie Indofood atau Mie Sedap, sudah ada di berbagai negara belahan dunia, sebut saja Timur Tengah, Eropa Timur dan Afrika, makanan ini sudah menjadi favorit.

“Basis pertama dari ekspor (mie instan), katakanlah makanan yang memang produk Indonesia waktu itu, pertama adalah ke Timur Tengah. Ketika masuk ke sana, yang dijual selain kualitas makanan dan rasa adalah kehalalannya, itu sudah dijamin,” ucap Bambang.

Artinya ada sejarah bahwa investasi maupun ekspor makanan Indonesia ke negara Islam itu adalah pembuka jalan dari ekspor makanan dan minuman Indonesia yang jauh lebih besar.

Jadi menurutnya, ditilik dari sejarah dan kapaistasnya Indonesia sudah memiliki potensi dan peluang. "Tingggal sekarang, persoalannya apakah kita mau atau tidak, serta harus yakin Indonesia bisa menjadi yang terdepan dalam mendorong industri makanan halal,"puanghkasnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil