Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Bambang Brodjonegoro: Indonesia bukan Pemain Utama Industri Halal
Penting bagi komunitas industri keuangan syariah memperkuat dan mendalami industri halal di Indonesia sebagai bagian ekosistem keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan sektor keuangan syariah tidak bisa berdiri sendiri tanpa interaksi dan dukungan yang kuat dari sektor riilnya. Sedangkan sektor riil dari keuangan syariah yang paling logis adalah industri halal.

Sayangnya, Indonesia dengan posisi demografi yang besar saat ini masih belum menjadi pemain utama dalam industri halal. Inilah salah satu faktor yang bisa menjelaskan mengapa keuangan syariah di Indonesia pertumbuhannya masih sangat lamban.

"Akhirnya, share dari aset perbankan syariah misalnya, meskipun sudah melewati lima persen, tetapi kemudian stag lama dan kembali di bawah lima persen dari total aset perbankan nasional," jelas Bambang, saat menjadi pembicara di acara Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bertajuk, Halal Value Chain, di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Padahal menurut Bambang, besaran aset tersebut sudah termasuk adanya peran dari dua bank daerah, yaitu Bank Aceh dan Bank Nusa Tenggara Barat yang melakukan konversi menjadi bank syariah.

Fakta lain yang mengindikasikan lambatnya pertumbuhan bank syariah menurut Bambang adalah masih belum adanya bank syariah yang bisa dikategorikan sebagai bank besar. "Artinya kita masih melihat bank syariah ini berjalan secara pelan karena dari sisi demand-nya, sektor riilnya belum mendukung," jelas Bambang.

Karena itulah, menurutnya penting bagi komunitas industri keuangan syariah  memperkuat dan mendalami industri halal di Indonesia sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah.

Jadi meskipun bicara terkait dengan aspek industri, tetapi hakikatnya juga berbicara mengenai keuangan syariah. "Kita inginkan nantinya keuangan syariah di Indonesia bisa menjadi besar karena kekuatan dari industri halal tersebut," tegas Bambang.

Bambang mengingatkan bahwa jumlah penduduk muslim di dunia akan terus meningkat. Saat ini jumlah penduduk muslim mencapai 24,4 persen atau hampir 2 miliar penduduk dunia. Pada 2030 jumlah penduduk muslim akan mencapai 27,5 persen dari penduduk dunia atau setara 2,2 miliar.

Dengan melihat potensi yang besar tersebut, pada kesempatan yang sama, Bambang juga menekankan bahwa pertemuan dan event KNKS bisa menjadi titik awal untuk memperjuangkan dan membesarkan industri halal, sehingga nantinya Indonesia bisa menjadikan pemain utama di industri halal global. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil