Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / For Beginners / Bahaya Penyakit Ain dan Tiga Cara Menghindarinya
Foto dok. Pexels
Apakah penyakit ain itu ? Apakah berbahaya ? Dan bagaimana menghindarinya ?

Sharianews.com, Jakarta - Baru-baru ini viral di media sosial terkait penyakit ain. Pemicunya adalah komentar warganet yang mengaitkan penyakit ain dengan gugurnya kandungan seorang publik figur.

Lalu, sebenarnya apakah penyakit ain itu ? Apakah berbahaya ? Dan bagaimana menghindarinya ? Menjawab hal itu, peraih penghargaan Maarif Award 2020, Ibnu Kharis atau biasa disebut sebagai Ustaz Ahong memberikan pandangannya.

Pria lulusan S2 Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan penyakit ain adalah penyakit yang ditimbulkan akibat pandangan mata yang disertai rasa iri atau rasa takjub terhadap sesuatu yang dipandang.

“Penyakit ain ini bisa bersumber dari pandangan orang yang dengki dan jahat karena iri atau hasud, juga bisa timbul dari pandangan orang yang cinta dan orang baik karena takjub,” ujar penulis buku Fatwa-Fatwa Salim Bin Jindan Tentang Agama dan Budaya, mengutip utasan Twitter-nya, Selasa (25/05).

Lebih lanjut, ia menambahkan, Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyampaikan “Penyakit ain adalah pandangan takjub disertai dengki yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang tersebut tertimpa suatu bahaya.”

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa penyakit ain bukan hanya timbul dari pandangan orang yg dengki, tapi juga dari orang yang cinta dan orang saleh karena takjub dan tanpa disengaja.

“Penyakit ain itu dapat terjadi bersama rasa takjub meski tanpa disertai rasa iri, meskipun (datang) dari fans dan dari orang yang saleh,” katanya.

Maka dari itu, Rasulullah berpesan, “Jika salah satu di antara kalian melihat perkara yang menakjubkan, baik dalam diri sendiri atau dalam harta, maka berdoalah agar perkara tersebut diberkahi, karena sesungguhnya penyakit ain adalah nyata (HR Bukhari).”

Bagaimana caranya biar terhindar dari penyakit ain?

Pertama, harus terus belajar dan melatih diri untuk biasa saja saat dipuji maupun dicaci. Dipuji tidak berbagga diri, dicaci pun tak berkecil hati. Memang sulit, tapi harus sering latihan menata hati.

Kedua, agar terhindar dari penyakit ain ini, istri dari Nabi Muhammad SAW, Aisyah pernah mendoakan Nabi dengan doa “Imsahil ba’sa robban naasi biyadikasy syifaa-u laa kaasyifa lahuu illaa anta”.

Artinya: Ya Allah, hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia, hanya berada di tangan-Mu kesembuhan, tiada yang dapat menghilangkan penyakit kecuali Engkau (HR Ahmad).

Ketiga, saat takjub melihat orang lain, doakan semoga Allah memberikan keberkahan padanya.

“Ini supaya kita yang takjub tak terkena penyakit ain, juga yang kita takjub padanya juga tak terkena penyakit ini. Ala kuli hal, marilah kita selalu rendah hati, karena semua yang kita miliki ini adalah pemberian Tuhan Yang Maha Tinggi. Ya Allah, lindungi hati kami dari penyakit ain,” pesan Ahong.

Rep. Aldiansyah Nurrahman